Studi: Pria Belum Nikah Lebih Berisiko Meninggal akibat Covid-19
Selasa, 13 Oktober 2020 - 11:29 WIB
loading...
Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang lajang dan belum menikah memiliki angka kematian yang lebih tinggi dari berbagai penyakit. / Foto: ilustrasi/Cyclone Times
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan, menjadi seorang pria berpenghasilan rendah, berpendidikan rendah, tidak menikah, dan lahir di negara berpenghasilan rendah atau menengah adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kematian akibat Covid-19 .
(Baca juga: Efektif Antisipasi Corona, Yuk Membiasakan Anak Memakai Masker )
"Kami dapat menunjukkan bahwa ada efek independen dari berbagai faktor risiko terpisah yang telah diangkat dalam debat dan berita tentang Covid-19," kata penulis studi Sven Drefahl dari Universitas Stockholm, Swedia, seperti dilansir Times Now News, Senin (12/10). "Semua faktor ini secara individual terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat Covid-19."
Penelitian ini didasarkan pada data dari Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional Swedia tentang semua kematian yang terdaftar akibat Covid-19 di Swedia untuk orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.
Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Nature Communications, Drefahl memaparkan bahwa mereka yang lahir di luar negeri umumnya memiliki angka kematian yang lebih rendah daripada orang yang lahir di Swedia.
Ini juga berlaku jika penelitian memperhitungkan pendapatan dan tingkat pendidikan. Peningkatan risiko kematian akibat Covid-19 untuk kelompok ini tetap ada setelah para peneliti mengendalikan keadaan, seperti pendapatan dan tingkat pendidikan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjadi seorang pria memiliki pendapatan yang lebih rendah dan tingkat pendidikan yang lebih rendah juga mengakibatkan risiko kematian yang sangat tinggi dari Covid-19. Mengenai aspek-aspek tersebut, hal ini juga sesuai dengan pola kematian akibat penyakit lain.
(Baca juga: Efektif Antisipasi Corona, Yuk Membiasakan Anak Memakai Masker )
"Kami dapat menunjukkan bahwa ada efek independen dari berbagai faktor risiko terpisah yang telah diangkat dalam debat dan berita tentang Covid-19," kata penulis studi Sven Drefahl dari Universitas Stockholm, Swedia, seperti dilansir Times Now News, Senin (12/10). "Semua faktor ini secara individual terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat Covid-19."
Penelitian ini didasarkan pada data dari Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional Swedia tentang semua kematian yang terdaftar akibat Covid-19 di Swedia untuk orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.
Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Nature Communications, Drefahl memaparkan bahwa mereka yang lahir di luar negeri umumnya memiliki angka kematian yang lebih rendah daripada orang yang lahir di Swedia.
Ini juga berlaku jika penelitian memperhitungkan pendapatan dan tingkat pendidikan. Peningkatan risiko kematian akibat Covid-19 untuk kelompok ini tetap ada setelah para peneliti mengendalikan keadaan, seperti pendapatan dan tingkat pendidikan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjadi seorang pria memiliki pendapatan yang lebih rendah dan tingkat pendidikan yang lebih rendah juga mengakibatkan risiko kematian yang sangat tinggi dari Covid-19. Mengenai aspek-aspek tersebut, hal ini juga sesuai dengan pola kematian akibat penyakit lain.
Lihat Juga :