Perawatan Gigi Saat Pandemi, Bisa Kok 2 Tahun Sekali
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli di Dundee bekerja sama dengan Universitas Manchester dan organisasi Kesehatan Mulut Cochrane yang berbasis di London. Mereka menganalisis semua makalah penelitian untuk menilai frekuensi pemeriksaan terbaik dalam menjaga kesehatan mulut di perawatan primer.
Para peneliti menggunakan dua uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 1.736 pasien. Mereka melihat bagaimana interval pemeriksaan enam bulan sekali dan 2 tahun sekali terhadap tingkat kerusakan gigi dan berapa banyak permukaan gigi yang terpengaruh.
Hasil penelitian menemukan bahwa orang dewasa hanya mengalami sedikit perubahan atau tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemeriksaan enam bulan dan dua tahun. Pemeriksaan berbasis risiko ini dilakukan dengan mendeteksi tingkat kerusakan permukaan gigi dan penyakit gusi setelah empat tahun.
Tidak adanya perbedaan antara interval pemeriksaan menunjukkan frekuensi pemeriksaan berbasis risiko dapat didukung karena tidak merusak kesehatan mulut dan dapat diterima oleh pasien,” kata Patrick. (Baca juga: Lockdown, Warga Prancis Eksodus Tinggalkan Paris)
Patrick menekankan bahwa pemeriksaan rutin lebih dikhususkan kepada orang dewasa. Mereka yang membutuhkan perawatan khusus tetap harus berkonsultasi dengan dokter gigi sesering mungkin agar segera mendapatkan tindakan atau perawatan.
“Penelitian ini juga berharga ketika mempertimbangkan dampak signifikan dari pandemi global Covid-19 dan pengaruhnya terhadap layanan gigi di seluruh dunia yang membatasi akses pasien ke perawatan gigi,” tambahnya.
Pada Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa seseorang tidak boleh pergi ke dokter gigi, kecuali jika mendesak. Seorang petugas gigi WHO, Benoit Varenne, mengatakan risiko yang ditimbulkan oleh prosedur perawatan gigi kurang dipahami oleh sebagian besar orang. Padahal, prosedur perawatan gigi dapat mengirim virus corona ke udara dari mulut pasien. (Lihat videonya: Viral Pengendara Motor Diduga Bonceng Mayat di Boyolali)
“Untuk menghindari atau meminimalkan prosedur yang dapat menghasilkan aerosol, perlu dilakukan dengan instrumen khusus dan tentu saja untuk menunda perawatan kesehatan mulut rutin non-esensial,” kata Varienne. (Fandy)
Para peneliti menggunakan dua uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 1.736 pasien. Mereka melihat bagaimana interval pemeriksaan enam bulan sekali dan 2 tahun sekali terhadap tingkat kerusakan gigi dan berapa banyak permukaan gigi yang terpengaruh.
Hasil penelitian menemukan bahwa orang dewasa hanya mengalami sedikit perubahan atau tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemeriksaan enam bulan dan dua tahun. Pemeriksaan berbasis risiko ini dilakukan dengan mendeteksi tingkat kerusakan permukaan gigi dan penyakit gusi setelah empat tahun.
Tidak adanya perbedaan antara interval pemeriksaan menunjukkan frekuensi pemeriksaan berbasis risiko dapat didukung karena tidak merusak kesehatan mulut dan dapat diterima oleh pasien,” kata Patrick. (Baca juga: Lockdown, Warga Prancis Eksodus Tinggalkan Paris)
Patrick menekankan bahwa pemeriksaan rutin lebih dikhususkan kepada orang dewasa. Mereka yang membutuhkan perawatan khusus tetap harus berkonsultasi dengan dokter gigi sesering mungkin agar segera mendapatkan tindakan atau perawatan.
“Penelitian ini juga berharga ketika mempertimbangkan dampak signifikan dari pandemi global Covid-19 dan pengaruhnya terhadap layanan gigi di seluruh dunia yang membatasi akses pasien ke perawatan gigi,” tambahnya.
Pada Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa seseorang tidak boleh pergi ke dokter gigi, kecuali jika mendesak. Seorang petugas gigi WHO, Benoit Varenne, mengatakan risiko yang ditimbulkan oleh prosedur perawatan gigi kurang dipahami oleh sebagian besar orang. Padahal, prosedur perawatan gigi dapat mengirim virus corona ke udara dari mulut pasien. (Lihat videonya: Viral Pengendara Motor Diduga Bonceng Mayat di Boyolali)
“Untuk menghindari atau meminimalkan prosedur yang dapat menghasilkan aerosol, perlu dilakukan dengan instrumen khusus dan tentu saja untuk menunda perawatan kesehatan mulut rutin non-esensial,” kata Varienne. (Fandy)
(ysw)
Lihat Juga :