Hamil Sehat dan Nyaman pada Masa Pandemi
Senin, 23 November 2020 - 12:14 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 membuat para perempuan ragu untuk melakukan program kehamilan. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat para perempuan ragu untuk melakukan program kehamilan . Begitu pun dengan para ibu hamil yang cemas dirinya terpapar Covid-19.
Bagaimana tidak, ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko atau rentan mengalami komplikasi jika tertular. Tak heran, banyak perempuan yang memilih untuk menunda kehamilannya. Menanggapi kekhawatiran ini, dr Arie Aldila Pratama SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA Tambak menegaskan, “Belum ada satu pun guidelines yang mengatakan bahwa ketika ibu hamil terkena Covid-19, maka bayinya otomatis juga akan tertular,” kata dr Arie. (Baca: Ini Perbedaan Muslim dan Mukmin, Kamu pilih Mana?)
Menurut dr Arie, bahkan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang positif Covid-19, ada yang berstatus negatif Covid-19. Meskipun demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai Covid-19. Wanita hamil terinfeksi Covid-19, berisiko mengalami gejala yang lebih berat, dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.
“Kehamilan merupakan faktor pemberat atau komorbid. Artinya, kehamilan setara dengan lansia, diabetes, dan hipertensi. Ini berarti, dampak Covid-19 pada ibu hamil sama dengan dampaknya pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis lainnya,” jelas dr Arie.
Namun, disarankan ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan. Psikolog Adityana Kasandra Putranto mengatakan, perasaan cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. “Hal ini bisa berakibat meningkatnya risiko terpapar virus,” sebut Adityana.
Ia melanjutkan, wajar saja jika beberapa pasangan mengambil keputusan menunda kehamilan untuk menghindari risiko. Sebab, proses kehamilan dan melahirkan mengharuskan kita untuk mengunjungi dokter di rumah sakit. “Dalam kondisi ini, tenaga kesehatan dan rumah sakit sangat rentan menjadi sumber penularan virus. Jadi, wajar mengambil keputusan tersebut,” imbuh Adityana. (Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah)
Terkait proses persalinan, dr Eric Kasmara SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah–Puri Indah menyampaikan, sebelum menjalankan proses persalinan, pihak rumah sakit hendaknya sudah lebih dulu melakukan prosedur screening Covid-19 kepada ibu hamil. Kalau ternyata terbukti positif Covid-19, maka prosedur persalinan tidak bisa dilakukan secara normal melainkan operasi caesar (caesarean section). Ibu juga tidak dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). “Hal ini dimaksudkan untuk menghindari potensi penularan saat menyusui.
Bagaimana tidak, ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko atau rentan mengalami komplikasi jika tertular. Tak heran, banyak perempuan yang memilih untuk menunda kehamilannya. Menanggapi kekhawatiran ini, dr Arie Aldila Pratama SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA Tambak menegaskan, “Belum ada satu pun guidelines yang mengatakan bahwa ketika ibu hamil terkena Covid-19, maka bayinya otomatis juga akan tertular,” kata dr Arie. (Baca: Ini Perbedaan Muslim dan Mukmin, Kamu pilih Mana?)
Menurut dr Arie, bahkan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang positif Covid-19, ada yang berstatus negatif Covid-19. Meskipun demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai Covid-19. Wanita hamil terinfeksi Covid-19, berisiko mengalami gejala yang lebih berat, dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.
“Kehamilan merupakan faktor pemberat atau komorbid. Artinya, kehamilan setara dengan lansia, diabetes, dan hipertensi. Ini berarti, dampak Covid-19 pada ibu hamil sama dengan dampaknya pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis lainnya,” jelas dr Arie.
Namun, disarankan ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan. Psikolog Adityana Kasandra Putranto mengatakan, perasaan cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. “Hal ini bisa berakibat meningkatnya risiko terpapar virus,” sebut Adityana.
Ia melanjutkan, wajar saja jika beberapa pasangan mengambil keputusan menunda kehamilan untuk menghindari risiko. Sebab, proses kehamilan dan melahirkan mengharuskan kita untuk mengunjungi dokter di rumah sakit. “Dalam kondisi ini, tenaga kesehatan dan rumah sakit sangat rentan menjadi sumber penularan virus. Jadi, wajar mengambil keputusan tersebut,” imbuh Adityana. (Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah)
Terkait proses persalinan, dr Eric Kasmara SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah–Puri Indah menyampaikan, sebelum menjalankan proses persalinan, pihak rumah sakit hendaknya sudah lebih dulu melakukan prosedur screening Covid-19 kepada ibu hamil. Kalau ternyata terbukti positif Covid-19, maka prosedur persalinan tidak bisa dilakukan secara normal melainkan operasi caesar (caesarean section). Ibu juga tidak dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). “Hal ini dimaksudkan untuk menghindari potensi penularan saat menyusui.
Lihat Juga :