Screen Time Lebih Lama di Masa Pandemi Bisa Ganggu Kesehatan Mata
Senin, 23 November 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, ada dua Problem yang sering terjadi di era pandemi, pertama yaitu Dry Eye Syndrom atau gejala mata kering, yang terjadi karena pengunaan gadget yang terlalu lama setiap harinya.
Baca juga : Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Kacamata Anti Blue-Light
“Padahal kalau melihat layar gadget, frekuensi berkedip itu berkurang, tidak berkedip sesering yang seharusnya, yaitu 15 kali per menit, kalau lita melihat layar bisa berkurang 5-7 kali per menit atau separuhnya dari seharusnya lalu terjadi mata kering,” ucap dr Sekar.
Lalu problem kedua, Digital Eye Strain atau kelelahan pada mata, yang terjadi karena bekerja jarak dekat termasuk menulis membaca dengan kertas cetak atau perangkat digital dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan mata kabur akibat akomodasi yang terus menerus.
“Akomodasi adalah kemampuan mata untuk memfokuskan penglihatan, dari melihat jauh lalu melihat dekat, itu yang memfokuskan adalah otot-otot mata untuk berakomodasi, itulah yang menyebabkan kelelahan pada mata kita sehingga terjadilah gejala-gejala mata lelah sampai bisa terjadi nyeri kepala,” ungkap dr Sekar.
Baca juga : Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Kacamata Anti Blue-Light
“Padahal kalau melihat layar gadget, frekuensi berkedip itu berkurang, tidak berkedip sesering yang seharusnya, yaitu 15 kali per menit, kalau lita melihat layar bisa berkurang 5-7 kali per menit atau separuhnya dari seharusnya lalu terjadi mata kering,” ucap dr Sekar.
Lalu problem kedua, Digital Eye Strain atau kelelahan pada mata, yang terjadi karena bekerja jarak dekat termasuk menulis membaca dengan kertas cetak atau perangkat digital dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan mata kabur akibat akomodasi yang terus menerus.
“Akomodasi adalah kemampuan mata untuk memfokuskan penglihatan, dari melihat jauh lalu melihat dekat, itu yang memfokuskan adalah otot-otot mata untuk berakomodasi, itulah yang menyebabkan kelelahan pada mata kita sehingga terjadilah gejala-gejala mata lelah sampai bisa terjadi nyeri kepala,” ungkap dr Sekar.
(wur)
Lihat Juga :