Bagaimana Menaker Ida Fauziyah Mencegah PHK? Saksikan di Ngobrol Bareng Gus Miftah Besok di INews TV

loading...
Bagaimana Menaker Ida Fauziyah Mencegah PHK? Saksikan di Ngobrol Bareng Gus Miftah Besok di INews TV
Menaker Ida Fauziyah akan membahas soal upayanya mencegah PHK di "Ngobrol Bareng Gus Miftah" besok di Inews TV. Foto/MNC Media
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menimbulkan turbulensi ekonomi yang mendorong Indonesia masuk ke dalam jurang resesi. Tidak sedikit perusahaan yang bangkrut dan yang lainnya kalaupun bertahan harus memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik dari 7,10 juta orang pada Agustus 2019. Angka ini akan terus bertambah jika gelombang PHK tidak diredam. Lalu bagaimana pemerintah mengatasi problematika PHK, pengangguran, dan ketenagakerjaan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini?

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kepada Gus Miftah, pemerintah terus berupaya agar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak semakin meluas akibat pandemi Covid-19.

"Pemerintah melakukan banyak langkah agar PHK tidak semakin meluas. PHK menjadi pilihan terakhir dan kalau lihat data Kemenaker dari 2,1 juta yang terdampak pandemi Covid-19, rata-rata pekerja formal kebanyakan dirumahkan, bukan di-PHK. Sekitar 20-25% yang di-PHK", ungkap Ida Fauziyah.



‘Ngobrol Bareng Gus Miftah’ episode Jumat, 27 November Pukul 20.00 di iNews, akan mengungkap banyak pelajaran penting tentang memaknai masalah yang timbul akibat pandemi Covid-19.

Baca juga : Menaker Ida Fauziyah Blusukan Sambangi Rumah Buruh Penerima BSU di Sidoarjo

Gus Miftah mengatakan "Karena pandemi banyak orang khawatir dengan rezekinya. Allah SWT menjamin rezeki untuk hamba-Nya. Jika kita meragukan rezeki-Nya, berarti kita meragukan Sang Pemberi Rezeki".



Tak hanya buka-bukaan soal angkatan kerja di masa pandemi, Menaker Ida Fauziyah juga menuturkan kesannya pada sosok Presiden keempat Republik Indonesia, Gus Dur. "Sosok Gus Dur masih diperlukan dalam kondisi bahwa kita masih punya tantangan pluralitas yang luar biasa".
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top