Waspadai Sistem Pencernaan yang Tak Sehat karena Cemas atau Stres
Kamis, 16 April 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan jumlah dan keanekaragaman koloni mikrobiota di sistem pencernaan dapat menjadi indikator pencernaan yang sehat. Sebaliknya, ketika kadar SCFA berkurang, keseimbangan mikrobiota di sistem pencernaan akan menurun, dan menyebabkan peradangan yang berhubungan dengan kejadian depresi.
Konsumsi serat, khususnya yang memiliki sifat prebiotik, seperti Inulin atau galaktosakarida, juga dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Konsumsi serat juga terbukti dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan, sehingga meningkatkan produksi serotonin, meningkatkan jumlah dan koloni mikrobiota di pencernaan, hingga meningkatkan kadar SCFA, yang berhubungan positif dengan peningkatan suasana hati atau mood.
“Selain itu, dengan mengonsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, tidak hanya suasana hati yang membaik namun juga imunitas tubuh pun jadi kuat sehingga tidak mudah tertular penyakit baik dari bakteri ataupun virus”, jelas Tania.
Sementara, dr. Hilna Khairunisa Shalihat M.Gizi, Sp.GK dalam beberapa talkshow di radio nasional setuju. Menurutnya apa yang dikonsumsi akan menentukan seberapa baik imunitas tubuh. “Karena 70% sel imun terdapat di sistem pencernaan, jadi kesehatan sistem pencernaan juga sangat berhubungan dengan imunitas tubuh,” bebernya.
Sayang, 95,4% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayuran sehingga berisiko kekurangan serat dan beragam nutrisi yang diperlukan tubuh. Saat asupan serat tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari, maka bisa mengonsumsi FibreFirst, suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran.
“Jadi jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan sistem pencernaan agar suasana hati meningkat, terhindar dari kecemasan berlebihan, dan depresi, serta agar imun tubuh jadi kuat,” ujarnya.
Konsumsi serat, khususnya yang memiliki sifat prebiotik, seperti Inulin atau galaktosakarida, juga dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Konsumsi serat juga terbukti dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan, sehingga meningkatkan produksi serotonin, meningkatkan jumlah dan koloni mikrobiota di pencernaan, hingga meningkatkan kadar SCFA, yang berhubungan positif dengan peningkatan suasana hati atau mood.
“Selain itu, dengan mengonsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, tidak hanya suasana hati yang membaik namun juga imunitas tubuh pun jadi kuat sehingga tidak mudah tertular penyakit baik dari bakteri ataupun virus”, jelas Tania.
Sementara, dr. Hilna Khairunisa Shalihat M.Gizi, Sp.GK dalam beberapa talkshow di radio nasional setuju. Menurutnya apa yang dikonsumsi akan menentukan seberapa baik imunitas tubuh. “Karena 70% sel imun terdapat di sistem pencernaan, jadi kesehatan sistem pencernaan juga sangat berhubungan dengan imunitas tubuh,” bebernya.
Sayang, 95,4% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayuran sehingga berisiko kekurangan serat dan beragam nutrisi yang diperlukan tubuh. Saat asupan serat tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari, maka bisa mengonsumsi FibreFirst, suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran.
“Jadi jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan sistem pencernaan agar suasana hati meningkat, terhindar dari kecemasan berlebihan, dan depresi, serta agar imun tubuh jadi kuat,” ujarnya.
(tdy)
Lihat Juga :