Virus Corona Bermutasi Lebih Lambat Dibanding Influenza, WHO Sebut Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin
Rabu, 23 Desember 2020 - 10:15 WIB
loading...
WHO menyatakan bahwa mutasi virus corona tak mengurangi efektivitas vaksin yang sedang dikembangkan saat ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus corona bermutasi pada tingkat yang jauh lebih lambat daripada influenza musiman.
Influenza musiman bermutasi begitu sering sehingga para ilmuwan harus secara teratur mengembangkan vaksin baru untuk menginokulasi populasi melawan virus setiap tahun.
Sebelumnya, pejabat Inggris telah memberi tahu WHO bahwa vaksin Covid-19 tampaknya sama efektifnya dengan jenis baru, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.
Dilansir dari CNBC, Rabu (23/12) meskipun semua virus bermutasi secara alami, tidak setiap mutasi membuat virus menjadi lebih menular atau lebih ganas. “SARS-CoV-2 bermutasi pada tingkat yang jauh lebih lambat daripada influenza ,” kata kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan pada jumpa pers.
Baca juga : Seks Baik untuk Kesehatan, Berapa Lama Idealnya Dilakukan?
“Dan sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan dan sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan, atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap itu akan terus terjadi," lanjutnya.
Pejabat WHO menegaskan kembali bahwa para pejabat dari Inggris telah mengatakan strain baru itu bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus asli. Dr Mike Ryan selaku direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, memaparkan, bahwa tidak jelas apakah peningkatan penyebaran di Inggris disebabkan oleh mutasi atau perilaku manusia.
“Kami telah melihat perkiraan peningkatan kecil dalam jumlah reproduksi oleh Inggris,” papar Dr Ryan.
Influenza musiman bermutasi begitu sering sehingga para ilmuwan harus secara teratur mengembangkan vaksin baru untuk menginokulasi populasi melawan virus setiap tahun.
Sebelumnya, pejabat Inggris telah memberi tahu WHO bahwa vaksin Covid-19 tampaknya sama efektifnya dengan jenis baru, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.
Dilansir dari CNBC, Rabu (23/12) meskipun semua virus bermutasi secara alami, tidak setiap mutasi membuat virus menjadi lebih menular atau lebih ganas. “SARS-CoV-2 bermutasi pada tingkat yang jauh lebih lambat daripada influenza ,” kata kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan pada jumpa pers.
Baca juga : Seks Baik untuk Kesehatan, Berapa Lama Idealnya Dilakukan?
“Dan sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan dan sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan, atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap itu akan terus terjadi," lanjutnya.
Pejabat WHO menegaskan kembali bahwa para pejabat dari Inggris telah mengatakan strain baru itu bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus asli. Dr Mike Ryan selaku direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, memaparkan, bahwa tidak jelas apakah peningkatan penyebaran di Inggris disebabkan oleh mutasi atau perilaku manusia.
“Kami telah melihat perkiraan peningkatan kecil dalam jumlah reproduksi oleh Inggris,” papar Dr Ryan.
Lihat Juga :