Waspada Ya! Cegukan Terus-menerus Bisa Tandakan Gejala COVID-19
Selasa, 05 Januari 2021 - 13:33 WIB
loading...
Beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan terus-menerus merupakan manifestasi COVID-19 yang langka dan tidak biasa. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Strain baru COVID-19 pertama kali muncul di tenggara Inggris. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh ilmuwan di Imperial College London menemukan bahwa virus tersebut sudah menyebar dengan cepat selama pembatasan wilayah yang kedua pada November 2020. Berbeda dengan jenis yang pertama, strain baru COVID-19 telah menunjukkan peningkatan penularan di semua kelompok umur.
Kepala Petugas Medis Profesor Chris Whitty mengatakan, gejala strain baru COVID-19 tidak berbeda dengan strain yang sudah beredar. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mencantumkan tiga gejala utama COVID-19 , yaitu suhu tinggi, batuk baru dan terus menerus, serta kehilangan atau perubahan pada indera penciuman maupun perasa.
(Baca Juga : Selain Covid-19, Disease X Bisa Jadi Pandemi Berikutnya )
Melansir laman Express, Selasa (5/1), beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan terus-menerus merupakan manifestasi COVID-19 yang langka dan tidak biasa.
Dalam studi kasus tahun 2020 yang dilakukan baru-baru ini, seorang pria berusia 64 tahun ditemukan mengalami cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala COVID-19. Ia mengunjungi klinik rawat jalan setelah mengalami cegukan selama 72 jam. Tes darah dan pencitraan paru-paru dilakukan, mengungkapkan bukti infeksi paru-paru serta jumlah sel darah putih yang rendah.
Kepala Petugas Medis Profesor Chris Whitty mengatakan, gejala strain baru COVID-19 tidak berbeda dengan strain yang sudah beredar. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mencantumkan tiga gejala utama COVID-19 , yaitu suhu tinggi, batuk baru dan terus menerus, serta kehilangan atau perubahan pada indera penciuman maupun perasa.
(Baca Juga : Selain Covid-19, Disease X Bisa Jadi Pandemi Berikutnya )
Melansir laman Express, Selasa (5/1), beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan terus-menerus merupakan manifestasi COVID-19 yang langka dan tidak biasa.
Dalam studi kasus tahun 2020 yang dilakukan baru-baru ini, seorang pria berusia 64 tahun ditemukan mengalami cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala COVID-19. Ia mengunjungi klinik rawat jalan setelah mengalami cegukan selama 72 jam. Tes darah dan pencitraan paru-paru dilakukan, mengungkapkan bukti infeksi paru-paru serta jumlah sel darah putih yang rendah.
Lihat Juga :