Waspada! Bersepeda Ekstrem Bisa Bahayakan Fisik dan Mental
Senin, 11 Januari 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Sindrom ini bisa menyerang siapapun yang melakukan plahraga dengan durasi tinggi tanpa diimbangi istirahat cukup. Manifestasi OTS seperti gejala flu tanpa adanya tanda infeksi. Bisa juga minat latihan atau berkompetisi menjadi berkurang. Termasuk meningkatnya waktu tidur siang, bangun tidur tidak segar, nafsu makan berkurang, konsentrasi berkurang, perubahan mood, nyeri, anemia , hingga gangguan makan. Ciri lain olahraga berlebih adalah jika ada luka yang lama sembuh afau flu yang tidak kunjung hilang, itu artinya tubuh tengah berupaya lebih untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Baca juga : Kenapa Penderita Diabetes Harus Rajin Konsumsi Brokoli? Ini Penjelasannya!
Dr. Yohan menuturkan dalam ilmu nutrisi dan fisiologi olahraga, tidak disarankan untuk memulai olahraga intensitas tinggi jika sebelumnya tidak melalui persiapan terlebih dahulu. Apa saja persiapannya?, “misalnya menguji daya tahan paru, kekuatan otot, ketahanan otot, kelentukan dan komposisi tubuh,” terangnya.
Hal ini masih harus diimbangi dengan istirahat cukup, pengelolaan stres, dan pola makan gizi seimbang yang kaya antioksidan. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa orang dengan variasi genetik tertentu sangat rentan terhadap oksidan atau radikal bebas yang tinggi pada olahraga intensitas tinggi, sehingga mudah cedera, serangan jantung bahkan kematian.
Bagi orang yang sudah terlatih melakukan sepeda jarak jauh, siapkan energi dengan karbo loading sekitar 4-5 jam sebelum kegiatan. Yaitu makan lengkap dengan protein dan lemak dan sekitar 50-70% karbohidrat dalam satu piring. Untuk 2-3 jam sebelum kegiatan dapat mengkonsumsi minuman elektrolit.
Baca juga : Kenapa Penderita Diabetes Harus Rajin Konsumsi Brokoli? Ini Penjelasannya!
Dr. Yohan menuturkan dalam ilmu nutrisi dan fisiologi olahraga, tidak disarankan untuk memulai olahraga intensitas tinggi jika sebelumnya tidak melalui persiapan terlebih dahulu. Apa saja persiapannya?, “misalnya menguji daya tahan paru, kekuatan otot, ketahanan otot, kelentukan dan komposisi tubuh,” terangnya.
Hal ini masih harus diimbangi dengan istirahat cukup, pengelolaan stres, dan pola makan gizi seimbang yang kaya antioksidan. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa orang dengan variasi genetik tertentu sangat rentan terhadap oksidan atau radikal bebas yang tinggi pada olahraga intensitas tinggi, sehingga mudah cedera, serangan jantung bahkan kematian.
Bagi orang yang sudah terlatih melakukan sepeda jarak jauh, siapkan energi dengan karbo loading sekitar 4-5 jam sebelum kegiatan. Yaitu makan lengkap dengan protein dan lemak dan sekitar 50-70% karbohidrat dalam satu piring. Untuk 2-3 jam sebelum kegiatan dapat mengkonsumsi minuman elektrolit.
Lihat Juga :