Gejala Kanker Usus yang Harus Diwaspadai, Apa Saja?
Minggu, 17 Januari 2021 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Menurut Ahli Gizi, Ini Manfaat Kesehatan Saat Konsumsi Blueberry
Gejala kanker ini sering dikatakan mirip dengan wasir, misalnya BAB berdarah dan nyeri di anus. Masalahnya, beberapa gejala ini mirip dengan wasir sehingga masyarakat mengira mereka menderita wasir bukannya penyakit mematikan. “Banyak (pasien) yang seperti ini. Dikira wasir begitu diperiksa kanker dan mereka sangat kaget. Untuk membedakannya cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan colok dubur,” jelas dr. Eko.
Pada kanker usus besar, maka benjolan atau ulkus yang terjadi teksturnya keras beda dengan wasir yang tonjolannya lebih lembek. “Ini sederhana tapi sangat penting,” imbuh dr. Eko. Memang, wasir tidaklah berbahaya seperti halnya kanker usus besar. Meski begitu bukan berarti kita biarkan saja. Sebab, meskipun kecil wasir dapat menyebabkan luka dan rasa nyeri.
Dijelaskan oleh Spesialis Penyakit Dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, apabila kanker usus besar ini terdiagnosa pada stadium awal maka harapan hidup lima tahun seseorang bisa mencapai 92 persen. Tapi sebaliknya, jika ditemukan pada stadium IV atau lanjut maka harapan hidup lima tahunnya hanya tinggal 12 %.
Baca Juga : China Temukan Covid-19 di Es Krim
Tak pelak, gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama kematian meningkat di tengah masyarakat. ”Saat ini bahkan kasus-kasus baru ditemukan pada usia yang lebih muda. Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tetapi gaya hidup merupakan hal yang utama,” pungkas Prof. Ari.
Gejala kanker ini sering dikatakan mirip dengan wasir, misalnya BAB berdarah dan nyeri di anus. Masalahnya, beberapa gejala ini mirip dengan wasir sehingga masyarakat mengira mereka menderita wasir bukannya penyakit mematikan. “Banyak (pasien) yang seperti ini. Dikira wasir begitu diperiksa kanker dan mereka sangat kaget. Untuk membedakannya cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan colok dubur,” jelas dr. Eko.
Pada kanker usus besar, maka benjolan atau ulkus yang terjadi teksturnya keras beda dengan wasir yang tonjolannya lebih lembek. “Ini sederhana tapi sangat penting,” imbuh dr. Eko. Memang, wasir tidaklah berbahaya seperti halnya kanker usus besar. Meski begitu bukan berarti kita biarkan saja. Sebab, meskipun kecil wasir dapat menyebabkan luka dan rasa nyeri.
Dijelaskan oleh Spesialis Penyakit Dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, apabila kanker usus besar ini terdiagnosa pada stadium awal maka harapan hidup lima tahun seseorang bisa mencapai 92 persen. Tapi sebaliknya, jika ditemukan pada stadium IV atau lanjut maka harapan hidup lima tahunnya hanya tinggal 12 %.
Baca Juga : China Temukan Covid-19 di Es Krim
Tak pelak, gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama kematian meningkat di tengah masyarakat. ”Saat ini bahkan kasus-kasus baru ditemukan pada usia yang lebih muda. Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tetapi gaya hidup merupakan hal yang utama,” pungkas Prof. Ari.
(wur)
Lihat Juga :