Kesehatan Usus Bisa Memengaruhi Keparahan COVID-19

Jum'at, 22 Januari 2021 - 15:20 WIB
loading...
Kesehatan Usus Bisa...
Kesehatan usus yang bermasalah bisa menyebabkan keparahan jika seseorang terpapar COVID-19. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Selama masa pandemi COVID-19 ini ada baiknya Anda menjaga kesehatan usus. Pasalnya penelitian membuktikan mikrobioma di usus yang tidak seimbang, memungkinkan virus masuk ke sistem pencernaan dan dapat menjadi indikator penyakit COVID-19 yang berat. Ya, selama ini yang kita tahu, penderita COVID-19 menderita demam tinggi hingga hilangnya indera penciuman.

Tapi banyak juga pasien COVID-19 yang mengalami masalah pada saluran pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah. Sebuah penelitian dilakukan Heenam Stanley Kim, PhD, seorang profesor di Korea University’s Laboratory for Human-Microbial Interactions, Seoul. Peneliti melihat status COVID-19 dan mikrobioma di usus.

Kim menulis, ketika mikrobioma di usus tidak seimbang, sistem pencernaan dan organ internal positif COVID-19 mungkin mengalami gejala COVID-19 yang lebih serius. Organ pencernaan diproteksi oleh barrier di usus, yaitu lapisan mukosa, lapisan sel epitel, dan sistem imun yang saling bekerjasama untuk melindungi usus.

Baca Juga : Usai Suntik Vaksin Tak Otomatis Langsung Kebal Covid-19, Ini Penjelasannya!

Jika barrier atau penghalang ini terganggu, maka patogen seperti virus dapat masuk ke dalam sel usus dan menyebabkan peradangan dan kerusakan sistemik lainnya. Kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas adalah beberapa faktor yang turut berkontribusi pada infeksi dan keparahan COVID-19.

Menurut Kim, penyakit komorbid ini ditambah dengan faktor usia yang sudah lanjut, berhubungan dengan kondisi mikrobioma di usus dan penghalang di usus yang terganggu. “Sistem usus telah diasosiaskan dengan keparahan COVID-19 pada pasien, sangat mungkin disfungsi usus yang terjadi mempengaruhi keparahan COVID-19,” tulis Kim dalam artikel kesehatan yang ditulisnya dikutip dari Verywellhealth.

Usus yang berada dalam saluran pencernaan, mengandung Ace2. Enzim pengubah angiotensin atau Angiotensin converting enzyme 2 adalah eksopeptidase yang mengkatalisasi perubahan angiotensin I ke nonapeptide angiotensin, atau konversi angiotensin II ke angiotensin 1. Protein ini terdapat di permukaan sel-sel tubuh manusia, seperti jantung, usus, paru-paru, dan hidung.

Baca Juga : Ini Enam Langkah Mudah Cegah Risiko Kanker Payudara

Ace2 bisa menjadi pintu masuk bagi SarsCov2 dan menjadi perantara bagi virus untuk masuk ke sel inang. Jika virus berinteraksi dengan ACE2 di usus, Kim berhipotesis hal ini dapat menyebabkan peradangan atau kerusakan organ. “Berdasarkan hipotesis yang diajukan, ketika sistem pencernaan tidak sehat, SarsCov2 bisa mengakses ke permukaan epitel atau bahkan berpenetrasi jika penghalang usus tidak bekerja,” jelas Kim.

Sistem imunitas tubuh akhirnya bereaksi berlebihan dan merusak integrktas penghalang usus. Ketika ini terjadi, virus dapat masuk ke aliran darah dan berjalan ke organ lain, menginfeksinya dan menyebabkan penyakit yang serius. Kehadiran virus corona di tubuh, tidak selalu menunjukkan gejala di saluran pencernaan.

Pada penelitian yang dilalukan di Singapura, setengah dari partisipan terdeteksi virus lewat tes feses meski mereka tidak memiliki masalah pencernaan. Namun Setengah yang lain dari partisipan, mengalami gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Kim mengakui masih dibutuhkan studi lebih lanjit untuk menginvestigasi interaksi antara COVID-19 dan kesehatan usus.

Baca Juga : Sederet Manfaat Kesehatan Konsumsi Susu Almond

Dari penelitian tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa perubahan pola makan yang lebih sehat dapat menjaga kesehatan usus. Seperti memperbanyak makanan tinggi serat, mengonsumsi makanan berfeementasi yang mengandung kultur hidup seperti bakteri.

Makanan tinggi serat dapat mendukung kesehatan usus dengan menyediakan nutrisi yang cukup untuk terciptanya keseimbangan mikrobioma di usus dan dengan menguatkan penghalang usus. Kim merekomendasikan mengonsumsi 25-30 gram serat pangan harian dengan jangka waktu panjang untuk membuat kondisi usus sehat.

“Kalau seseorang jarang mengonsumsi serat pangan atau baru menjalani terapi antibiotik, tidak diragukan lagi orang tersebut mengalami ketidakseimbangan mikrobiota,” kata Kim.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Sering Sulit Fokus?...
Sering Sulit Fokus? Mungkin Masalahnya Bukan di Otak, Tapi di Usus Anda!
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
5 Camilan Ini Bisa Bikin...
5 Camilan Ini Bisa Bikin Usus Lebih Sehat, Murah dan Mudah Didapat
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved