Kontribusi Atasi Pandemi, Peneliti Ditantang Kembangkan Sel Punca sebagai Terapi COVID-19
Minggu, 31 Januari 2021 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
“Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan,” kata Yulius.
Bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kalbe telah membuka penerimaan proposal penelitian yang nantinya diseleksi oleh dewan Juri RKSA 2021 untuk diberikan dana penelitian. Program RKSA 2021 merupakan program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science. Dana penelitian akan diberikan kepada proposal terbaik yang telah dipilih oleh Dewan Juri RKSA 2021 dan diharapkan hasil penelitian tersebut dapat mencapai proses hilirisasi untuk menjadi produk atau layanan yang dinikmati oleh masyarakat.
Baca Juga: Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Gangguan Saraf, Begini Penjelasannya
“Kami berharap program RKSA 2021 dapat mendukung produk-produk penelitian yang siap dihilirisasi. Dengan demikian, RKSA dapat merangsang para peneliti untuk lebih giat menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk atau barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyehatkan bangsa,“ kata Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.SC, Dewan Juri RKSA 2018-2020.
RKSA 2021 merupakan hasil kolaborasi Kemenristek/BRIN dan Kalbe dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, kalangan bisnis, dan pemerintah serta komunitas penelitian lain untuk meningkatkan hilirisasi penelitian di bidang kesehatan. Kalbe terus berkomitmen melanjutkan RKSA untuk ke-7 kalinya di tahun 2021 dengan memberikan dana penelitian untuk proposal penelitian di bidang kesehatan, serta memberi perhatian khusus pada penelitian yang memiliki keterkaitan dengan COVID-19.
Bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kalbe telah membuka penerimaan proposal penelitian yang nantinya diseleksi oleh dewan Juri RKSA 2021 untuk diberikan dana penelitian. Program RKSA 2021 merupakan program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science. Dana penelitian akan diberikan kepada proposal terbaik yang telah dipilih oleh Dewan Juri RKSA 2021 dan diharapkan hasil penelitian tersebut dapat mencapai proses hilirisasi untuk menjadi produk atau layanan yang dinikmati oleh masyarakat.
Baca Juga: Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Gangguan Saraf, Begini Penjelasannya
“Kami berharap program RKSA 2021 dapat mendukung produk-produk penelitian yang siap dihilirisasi. Dengan demikian, RKSA dapat merangsang para peneliti untuk lebih giat menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk atau barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyehatkan bangsa,“ kata Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.SC, Dewan Juri RKSA 2018-2020.
RKSA 2021 merupakan hasil kolaborasi Kemenristek/BRIN dan Kalbe dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, kalangan bisnis, dan pemerintah serta komunitas penelitian lain untuk meningkatkan hilirisasi penelitian di bidang kesehatan. Kalbe terus berkomitmen melanjutkan RKSA untuk ke-7 kalinya di tahun 2021 dengan memberikan dana penelitian untuk proposal penelitian di bidang kesehatan, serta memberi perhatian khusus pada penelitian yang memiliki keterkaitan dengan COVID-19.
(tsa)
Lihat Juga :