Studi: Risiko Penularan Covid-19 dari Alat Olahraga Lebih Rendah
Senin, 15 Februari 2021 - 15:06 WIB
loading...
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko penularan Covid-19 dari berbagi peralatan olahraga lebih rendah dari yang diperkirakan. Foto/Popsugar.
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko penularan Covid-19 dari berbagi peralatan olahraga lebih rendah dari yang diperkirakan. Para peneliti, dipimpin oleh Liverpool School of Tropical Medicine, menerapkan partikel virus hidup ke sembilan jenis peralatan olahraga dan bahan kontrol.
Mereka menyimpulkan tampaknya tidak mungkin bahwa bola dan aksesori olahraga merupakan penyebab utama transmisi. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan pada Juni lalu bahwa bola kriket adalah vektor alami virus corona.
Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini Saran Ahli Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Dilansir BBC, Senin (15/2) studi Strike menemukan virus paling tidak dapat ditransfer pada bahan penyerap seperti sarung tangan kriket dan bola tenis, dibandingkan dengan peralatan tidak berpori seperti pelana balap dan bola rugby.
Para peneliti menemukan bahwa ada pembusukan cepat dari partikel virus di beberapa jenis peralatan, dan sangat sulit untuk mentransfer kembali virus hidup darinya. Peneliti menyimpulkan, kontak dekat antara pemain kemungkinan menjadi cara utama untuk menyebarkan virus daripada berbagi peralatan.
Mereka menyimpulkan tampaknya tidak mungkin bahwa bola dan aksesori olahraga merupakan penyebab utama transmisi. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan pada Juni lalu bahwa bola kriket adalah vektor alami virus corona.
Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini Saran Ahli Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Dilansir BBC, Senin (15/2) studi Strike menemukan virus paling tidak dapat ditransfer pada bahan penyerap seperti sarung tangan kriket dan bola tenis, dibandingkan dengan peralatan tidak berpori seperti pelana balap dan bola rugby.
Para peneliti menemukan bahwa ada pembusukan cepat dari partikel virus di beberapa jenis peralatan, dan sangat sulit untuk mentransfer kembali virus hidup darinya. Peneliti menyimpulkan, kontak dekat antara pemain kemungkinan menjadi cara utama untuk menyebarkan virus daripada berbagi peralatan.
Lihat Juga :