Kedai Kopi Ini Komitmen Menggunakan Gelas Plastik yang Bisa Didaur Ulang
Kamis, 04 Maret 2021 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Keajaiban Membantu Tanpa Berharap
“Gerakan Greener Nusantara akan selalu bergerak dan terus berupaya mencari terobosan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.” ujar McEvoy.Di Indonesia, Starbucks pertama kali menghadirkan gelas dan tutup plastik berbahan rPET pada 1 Oktober 2018 melalui gerakan Greener Nusantara di Bali. Kemudian pada 2019, gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas pada gerai di Labuan Bajo, Lombok dan Bandung dan secara bertahap diikuti oleh seluruh gerai di seluruh Indonesia.
Pada 2020, perusahaan telah mengurangi lebih dari 30 juta sedotan plastik melalui peluncuran strawless lid untuk minuman dingin. Peralihan ke tutup dan gelas plastik rPET saat ini akan memberikan kontribusi pada pengurangan sampah plastik karena kemasan tersebut menggunakan bahan plastikdaur ulang rPET sehingga sampah plastik tidak langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Saat ini seluruh gerai Starbucks juga menggunakan kemasan berbahan daur ulang seperti tas belanja kertas, tisu dan cup sleeve.” ujar McEvoy.
Baca juga : Bigo Live Perluas Eksistensi Penyiar dengan Konten Menarik
Sementara itu menurut Avolina Raharjanti, General Manager, Corporate PR and Communications, PT Sari Coffee Indonesia,di tahun 2021, pihaknya terus berinovasi untuk mengurangi plastik dan limbah sekali pakai di seluruh gerai di Indonesia. Sejak peluncuran program “Bring Your Own Tumbler” yang sudah berlangsung sejak 12 tahun lalu, gerai Starbucks di Indonesia telah mendorong pelanggannya untuk menggunakan gelas atau tumbler sendiri dengan memberikan potongan harga senilai Rp5.000.
“Gerakan Greener Nusantara akan selalu bergerak dan terus berupaya mencari terobosan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.” ujar McEvoy.Di Indonesia, Starbucks pertama kali menghadirkan gelas dan tutup plastik berbahan rPET pada 1 Oktober 2018 melalui gerakan Greener Nusantara di Bali. Kemudian pada 2019, gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas pada gerai di Labuan Bajo, Lombok dan Bandung dan secara bertahap diikuti oleh seluruh gerai di seluruh Indonesia.
Pada 2020, perusahaan telah mengurangi lebih dari 30 juta sedotan plastik melalui peluncuran strawless lid untuk minuman dingin. Peralihan ke tutup dan gelas plastik rPET saat ini akan memberikan kontribusi pada pengurangan sampah plastik karena kemasan tersebut menggunakan bahan plastikdaur ulang rPET sehingga sampah plastik tidak langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Saat ini seluruh gerai Starbucks juga menggunakan kemasan berbahan daur ulang seperti tas belanja kertas, tisu dan cup sleeve.” ujar McEvoy.
Baca juga : Bigo Live Perluas Eksistensi Penyiar dengan Konten Menarik
Sementara itu menurut Avolina Raharjanti, General Manager, Corporate PR and Communications, PT Sari Coffee Indonesia,di tahun 2021, pihaknya terus berinovasi untuk mengurangi plastik dan limbah sekali pakai di seluruh gerai di Indonesia. Sejak peluncuran program “Bring Your Own Tumbler” yang sudah berlangsung sejak 12 tahun lalu, gerai Starbucks di Indonesia telah mendorong pelanggannya untuk menggunakan gelas atau tumbler sendiri dengan memberikan potongan harga senilai Rp5.000.
(sal)
Lihat Juga :