Biarkan Anak Bereksplorasi, Jika Ada Luka Ini Perawatan Simpelnya
Sabtu, 13 Maret 2021 - 13:30 WIB
loading...
foto / dok istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perawatan luka pada anak dapat dilakukan agar tidak terjadi infeksi berlanjut. Perawatan luka juga dapat menghindarkan trauma yang dapat mempengaruhi optimalisasi tumbuh kembang anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A menerangkan salah satu langkah optimalisasi stimulasi perkembangan anak, adalah orangtua harus membiarkan anak bergerak bebas dan eksplorasi lingkungan sekitarnya. “Tugas sebagai orangtua adalah memastikan lingkungan si Kecil aman dari segara bahaya,” ujar Mesty dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.
Baca juga : dear-milenial-mentan-syahrul-yasin-limpo-targetkan-cetak-25-juta-petani-milenial-kamu-siap
Mesty menambahkan, terkadang, kecelakaan kecil tak bisa dihindari, seperti terjatuh dan anak mengalami luka lecet. Jika itu terjadi, tugas orangtua untuk memahami dan mengartikulasi perasaan anak. “Dengan memahami anak, anak akan merasa lebih aman dan lebih berani mengeksplor lingkungannya kembali," ujar Mesty.
Dalam hal perawatan luka pada anak, Mesty menuturkan bahwa masih banyak beredar mitos keliru misalnya mitos luka yang dibiarkan terbuka dan kering akan cepat sembuh. Padahal, luka yang dibiarkan terbuka sering kali dapat memperbesar resiko terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. “Karena itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan dan kelembapan daerah luka dengan membersihkan luka dan membalut luka supaya proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik,” ujar Mesty.
Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A menerangkan salah satu langkah optimalisasi stimulasi perkembangan anak, adalah orangtua harus membiarkan anak bergerak bebas dan eksplorasi lingkungan sekitarnya. “Tugas sebagai orangtua adalah memastikan lingkungan si Kecil aman dari segara bahaya,” ujar Mesty dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.
Baca juga : dear-milenial-mentan-syahrul-yasin-limpo-targetkan-cetak-25-juta-petani-milenial-kamu-siap
Mesty menambahkan, terkadang, kecelakaan kecil tak bisa dihindari, seperti terjatuh dan anak mengalami luka lecet. Jika itu terjadi, tugas orangtua untuk memahami dan mengartikulasi perasaan anak. “Dengan memahami anak, anak akan merasa lebih aman dan lebih berani mengeksplor lingkungannya kembali," ujar Mesty.
Dalam hal perawatan luka pada anak, Mesty menuturkan bahwa masih banyak beredar mitos keliru misalnya mitos luka yang dibiarkan terbuka dan kering akan cepat sembuh. Padahal, luka yang dibiarkan terbuka sering kali dapat memperbesar resiko terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. “Karena itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan dan kelembapan daerah luka dengan membersihkan luka dan membalut luka supaya proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik,” ujar Mesty.
Lihat Juga :