Apa yang Bakal Terjadi jika Tubuh Diinjeksi Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa?
Selasa, 16 Maret 2021 - 20:44 WIB
loading...
Vaksin Covid-19 buatan Inggris tersebut sudah memperoleh Emergency Use Authorization atau izin penggunaan darurat vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Pekan lalu, atau lebih tepatnya 8 Maret 2021, Pemerintah Republik Indonesia kedatangan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca . Sayangnya, meski vaksin-vaksin tersebut baru datang, namun masa kedaluwarsanya jatuh pada Mei 2021.
Baca juga: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021, Ini Kata Dokter Relawan
Dengan kedaluwarsa yang sekitar satu bulan lagi, pemerintah pun menunda distribusi 1,1 juta vaksin AstraZeneca tersebut. Padahal vaksin buatan Inggris tersebut sudah memperoleh Emergency Use Authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Lantas, apakah berbahaya vaksin kedaluwarsa jika diinjeksikan ke dalam tubuh? Dokter relawan Covid-19 sekaligus influencer kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengungkapkan bahwa saat ini belum ada data yang menunjukkan dampak vaksin kedaluwarsa terhadap kesehatan.
"Sejauh ini kalau vaksin expired itu datanya belum ada, tapi rusak. Dalam konteks mereka tidak menimbulkan kekebalan seperti apa yang kita harapkan," kata dr. Fajri kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3).
Baca juga: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021, Ini Kata Dokter Relawan
Dengan kedaluwarsa yang sekitar satu bulan lagi, pemerintah pun menunda distribusi 1,1 juta vaksin AstraZeneca tersebut. Padahal vaksin buatan Inggris tersebut sudah memperoleh Emergency Use Authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Lantas, apakah berbahaya vaksin kedaluwarsa jika diinjeksikan ke dalam tubuh? Dokter relawan Covid-19 sekaligus influencer kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengungkapkan bahwa saat ini belum ada data yang menunjukkan dampak vaksin kedaluwarsa terhadap kesehatan.
"Sejauh ini kalau vaksin expired itu datanya belum ada, tapi rusak. Dalam konteks mereka tidak menimbulkan kekebalan seperti apa yang kita harapkan," kata dr. Fajri kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3).
Lihat Juga :