Mencari Makna Kebahagiaan dari Novel 'I Saw the Same Dream Again'
loading...

Novel Jepang I Saw the Same Dream Again karya Sumino Yoru mengajak kita mencari arti kebahagiaan bagi tiap individu. Foto/Instagram @katalogharu
A
A
A
JAKARTA - Pernahkah kamu bertanya-tanya apa arti kebahagiaan? Sama seperti kamu, Koyanagi Nanoka dalam novel "I Saw the Same Dream Again" juga mempertanyakan arti kebahagiaan supaya bisa menjawab tugas sekolahnya.
Dalam mencari arti, dia bertemu dengan tiga perempuan berbeda usia, yaitu seorang pelajar SMA yang suka melukai dirinya bernama Minami, seorang perempuan yang terjebak dalam hidupnya sendiri yang dipanggil Abazure-san, dan seorang nenek yang tampak hidup damai.
![Mencari Makna Kebahagiaan dari Novel 'I Saw the Same Dream Again']()
Foto: Instagram @katalogharu
Semua orang tentu punya penyesalan masing-masing, sehingga definisi kebahagiaan pun juga akan berbeda. Koyanagi hanya seorang pelajar SD, berteman dengan seekor kucing yang menemaninya ke mana pun dia pergi, dan belum terlalu mengerti rumitnya dunia orang dewasa.
Meski begitu, dia digambarkan sebagai karakter yang pintar. Dia sesekali membuat analogi kehidupan dengan hal-hal di sekitarnya, seperti hidup yang mirip es serut atau hidup seperti puding.
Pada beberapa adegan, dia tampak tidak mengerti apa yang dimaksud oleh orang-orang di sekelilingnya. Misalnya, dia tidak mengerti istilah abazure—diartikan sebagai seorang perempuan tunasusila—dan justru mengira kata tersebut adalah sebuah nama.
![Mencari Makna Kebahagiaan dari Novel 'I Saw the Same Dream Again']()
Foto: Getty Images
Koyanagi menanyakan makna kebahagiaan bagi ketiga perempuan yang dia kenal. Dia hanya membutuhkan sebuah kata kunci, petunjuk agar dia bisa benar-benar memahami arti kebahagiaan.
Baca Juga: Apakah Kamu Bahagia? Ini Cara Mengecek Sekaligus Mengatasinya
Pertama, dia mendatangi tempat tinggal Abazure-san. Pada awalnya, mereka membahas mengenai pekerjaan, suatu hal yang sangat disukai oleh kedua orang tua Koyanagi. Sayangnya, menurut Abazure-san, tidak ada pekerjaan yang menyenangkan.
Dalam mencari arti, dia bertemu dengan tiga perempuan berbeda usia, yaitu seorang pelajar SMA yang suka melukai dirinya bernama Minami, seorang perempuan yang terjebak dalam hidupnya sendiri yang dipanggil Abazure-san, dan seorang nenek yang tampak hidup damai.

Foto: Instagram @katalogharu
Semua orang tentu punya penyesalan masing-masing, sehingga definisi kebahagiaan pun juga akan berbeda. Koyanagi hanya seorang pelajar SD, berteman dengan seekor kucing yang menemaninya ke mana pun dia pergi, dan belum terlalu mengerti rumitnya dunia orang dewasa.
Meski begitu, dia digambarkan sebagai karakter yang pintar. Dia sesekali membuat analogi kehidupan dengan hal-hal di sekitarnya, seperti hidup yang mirip es serut atau hidup seperti puding.
Pada beberapa adegan, dia tampak tidak mengerti apa yang dimaksud oleh orang-orang di sekelilingnya. Misalnya, dia tidak mengerti istilah abazure—diartikan sebagai seorang perempuan tunasusila—dan justru mengira kata tersebut adalah sebuah nama.

Foto: Getty Images
Koyanagi menanyakan makna kebahagiaan bagi ketiga perempuan yang dia kenal. Dia hanya membutuhkan sebuah kata kunci, petunjuk agar dia bisa benar-benar memahami arti kebahagiaan.
Baca Juga: Apakah Kamu Bahagia? Ini Cara Mengecek Sekaligus Mengatasinya
Pertama, dia mendatangi tempat tinggal Abazure-san. Pada awalnya, mereka membahas mengenai pekerjaan, suatu hal yang sangat disukai oleh kedua orang tua Koyanagi. Sayangnya, menurut Abazure-san, tidak ada pekerjaan yang menyenangkan.
Lihat Juga :