Amukan Covid-19 di India Makin Dahsyat, 120 Orang Meninggal Tiap Jam dan Diprediksi Bakal Terus Meningkat
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:06 WIB
loading...
Suasana sebuahrumah sakit di India yang dipenuhi pasien Covid-19. Foto/Istimewa/
A
A
A
JAKARTA - Kasus Covid-19 di India kian parah saja. Angka kematian akibat penyakit ini terus meningkat. Pada Selasa (4/5/2021), negara itu mencatat 20 juta kasus Covid-19, 7 juta penambahan kasus terjadi hanya dalam waktu sebulan.
Dari total 222.000 kematian akibat Covid-19 di India, lebih dari 57.000 kasus tercatat dalam sebulan. Artinya, ada 80 kasus kematian per jam di India. Namun, angka itu dipercaya hanya catatan rumah sakit, sedangkan angka aslinya lebih banyak.
Dalam dua minggu terakhir, pemerintah India mencatat 120 orang meninggal dunia per jam akibat Covid-19. Beberapa ahli memprediksi angkanya akan terus meningkat selama ketersediaan oksigen dan ruang perawatan belum dibenahi secara maksimal.
Baca Juga : Klaster Perkantoran Meningkat, Dokter Sarankan Tidak Bukber
"Saya kehilangan harapan hidup," kata Lily Priyamvada Pant pada CBS News di sebuah krematorium di Delhi. Wawancara dengan Lily terjadi setelah dirinya menyaksikan pembakaran anaknya yang berusia 40 tahun.
Lily menceritakan kalau seluruh keluarganya terinfeksi Covid-19 dan suaminya sedang berjuang hidup di ICU rumah sakit yang mana dia tak tahu putra sulungnya telah meninggal dunia.
"Dokter mengatakan pada saya, jika saya katakan kabar duka ini ke suami dia tak akan selamat dari penyakitnya," sambung Lily.
Dari total 222.000 kematian akibat Covid-19 di India, lebih dari 57.000 kasus tercatat dalam sebulan. Artinya, ada 80 kasus kematian per jam di India. Namun, angka itu dipercaya hanya catatan rumah sakit, sedangkan angka aslinya lebih banyak.
Dalam dua minggu terakhir, pemerintah India mencatat 120 orang meninggal dunia per jam akibat Covid-19. Beberapa ahli memprediksi angkanya akan terus meningkat selama ketersediaan oksigen dan ruang perawatan belum dibenahi secara maksimal.
Baca Juga : Klaster Perkantoran Meningkat, Dokter Sarankan Tidak Bukber
"Saya kehilangan harapan hidup," kata Lily Priyamvada Pant pada CBS News di sebuah krematorium di Delhi. Wawancara dengan Lily terjadi setelah dirinya menyaksikan pembakaran anaknya yang berusia 40 tahun.
Lily menceritakan kalau seluruh keluarganya terinfeksi Covid-19 dan suaminya sedang berjuang hidup di ICU rumah sakit yang mana dia tak tahu putra sulungnya telah meninggal dunia.
"Dokter mengatakan pada saya, jika saya katakan kabar duka ini ke suami dia tak akan selamat dari penyakitnya," sambung Lily.
Lihat Juga :