WHO Sebut Jam Kerja Panjang Bisa Sebabkan Kematian
Senin, 17 Mei 2021 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu Direktur, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan WHO, dr. Maria Neira juga memberikan komentarnya terkait dengan hal tersebut.
“Teleworking telah menjadi norma di banyak industri, sering mengaburkan batas antara rumah dan kantor. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan operasi untuk menghemat uang, dan orang yang masih dalam daftar gaji akhirnya bekerja dengan jam lebih lama. Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung,” terang dr. Maria.
Baca Juga : Gairah Seks Loyo? Tingkatkan dengan Konsumsi Kacang Pinus
“Pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyetujui batasan untuk melindungi kesehatan pekerja. Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius. Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini,” tambahnya.
“Teleworking telah menjadi norma di banyak industri, sering mengaburkan batas antara rumah dan kantor. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan operasi untuk menghemat uang, dan orang yang masih dalam daftar gaji akhirnya bekerja dengan jam lebih lama. Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung,” terang dr. Maria.
Baca Juga : Gairah Seks Loyo? Tingkatkan dengan Konsumsi Kacang Pinus
“Pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyetujui batasan untuk melindungi kesehatan pekerja. Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius. Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini,” tambahnya.
(dra)
Lihat Juga :