Sejarah Singkat Hocho, Pisau Dapur Jepang yang Digunakan Banyak Chef
Sabtu, 22 Mei 2021 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Hocho lainnya yang juga populer pada masa itu adalah Deba. Pisau tersebut memiliki punggung lebih tebal dari mata pisaunya. Deba lazim digunakan untuk memotong ikan dengan tulangnya.
Biasanya, bila seorang juru masak memiliki Deba, sudah pasti memiliki Nakiri. Pisau yang mempunyai bentuk seperti golok dapur China ini lebih sering digunakan untuk memotong sayuran.
"Deretan Hocho atau pisau tersebut dibuat berdasarkan sejarah dan jenis makanan yang dikonsumsi orang Jepang yang kala itu mayoritas mengkonsumsi sayuran dan ikan," kata Viki Jaya, pemilik brand pisau Jepang Shinsei.id, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5).
Ketika Jepang membuka diri pada 1853, pasca mengisolasi diri lebih dari 200 tahun, invasi makanan dari belahan bumi bagian Barat yang notabene berbahan dasar daging benar-benar merubah tren alat-alat masak di Jepang.
Sebagai bentuk adaptasi yang cepat, lahirlah varian pisau baru seperti Gyuto, Santoku, dan Sujihiki. Varian baru Hocho tersebut merupakan perpaduan antara pisau Barat dan pisau Jepang yang mempunyai kegunaaan untuk mengolah bahan makanan dari daging.
Di Jepang, Hocho kerap dianggap seperti bagian dari tubuh dari seorang juru masak. Seorang juru masak atau yang kini dikenal dengan sebutan Chef dianggap sudah dewasa dan mempunyai jam terbang yang tinggi ketika mereka tidak hanya dapat menggunakan pisaunya dengan baik, tetapi juga merawatnya dengan baik.
Biasanya, bila seorang juru masak memiliki Deba, sudah pasti memiliki Nakiri. Pisau yang mempunyai bentuk seperti golok dapur China ini lebih sering digunakan untuk memotong sayuran.
"Deretan Hocho atau pisau tersebut dibuat berdasarkan sejarah dan jenis makanan yang dikonsumsi orang Jepang yang kala itu mayoritas mengkonsumsi sayuran dan ikan," kata Viki Jaya, pemilik brand pisau Jepang Shinsei.id, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5).
Ketika Jepang membuka diri pada 1853, pasca mengisolasi diri lebih dari 200 tahun, invasi makanan dari belahan bumi bagian Barat yang notabene berbahan dasar daging benar-benar merubah tren alat-alat masak di Jepang.
Sebagai bentuk adaptasi yang cepat, lahirlah varian pisau baru seperti Gyuto, Santoku, dan Sujihiki. Varian baru Hocho tersebut merupakan perpaduan antara pisau Barat dan pisau Jepang yang mempunyai kegunaaan untuk mengolah bahan makanan dari daging.
Di Jepang, Hocho kerap dianggap seperti bagian dari tubuh dari seorang juru masak. Seorang juru masak atau yang kini dikenal dengan sebutan Chef dianggap sudah dewasa dan mempunyai jam terbang yang tinggi ketika mereka tidak hanya dapat menggunakan pisaunya dengan baik, tetapi juga merawatnya dengan baik.
Lihat Juga :