Efikasi Vaksin Sinovac Rendah, Perlukah Suntikan Dosis Ketiga?
Rabu, 02 Juni 2021 - 18:53 WIB
loading...
Vaksin Sinovac. Foto/dw.com
A
A
A
JAKARTA - Efikasi vaksin Sinovac terus menjadi perhatian masyarakat. Vaksin asal China ini disebut mempunyai nilai yang rendah. Bahkan sebelumnya terdapat negara yang tidak mengakui vaksin Sinovac karena nilai efikasinya yang terlalu kecil. Alhasil belum lama ini China selaku negara asal vaksin Sinovac berencana untuk melakukan suntikan dosis ketiga. Namun apakah vaksinasi berkali-kali aman dilakukan?
Menjawab hal tersebut Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa data masih dibutuhkan untuk menjawab hal tersebut. Sebab saat ini terdapat penelitian terkait hal tersebut yang harus dikaji kembali.
“Ini butuh data, sebab ada penelitian yang mengatakan survivor yang sembuh dari Covid-19 ditanya telah disuntik berapa kali. Ternyata disuntikan sekali sama dua kali, kadar antibodi dan sel kekebalan tidak jauh beda. Justru efek sampingnya lebih banyak jika disuntikan dua kali. Contohnya pada survivor,” kata dr. Fajri, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga : 5.146 Lansia dan Penyandang Disabilitas di Tangsel Disuntik Vaksin Sinovac
Dokter Fajri menyebut bahwa publikasi terbaru dari Nature, telah membandingkan kadar antibodi yang dihasilkan dari beberapa vaksin. Dari hasil penelitian tersebut Sinovac memang dinyatakan sebagai vaksin dengan efikasi yang paling rendah dibandingkan dengan Moderna, Pfizer, AstraZeneca.
Menjawab hal tersebut Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa data masih dibutuhkan untuk menjawab hal tersebut. Sebab saat ini terdapat penelitian terkait hal tersebut yang harus dikaji kembali.
“Ini butuh data, sebab ada penelitian yang mengatakan survivor yang sembuh dari Covid-19 ditanya telah disuntik berapa kali. Ternyata disuntikan sekali sama dua kali, kadar antibodi dan sel kekebalan tidak jauh beda. Justru efek sampingnya lebih banyak jika disuntikan dua kali. Contohnya pada survivor,” kata dr. Fajri, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga : 5.146 Lansia dan Penyandang Disabilitas di Tangsel Disuntik Vaksin Sinovac
Dokter Fajri menyebut bahwa publikasi terbaru dari Nature, telah membandingkan kadar antibodi yang dihasilkan dari beberapa vaksin. Dari hasil penelitian tersebut Sinovac memang dinyatakan sebagai vaksin dengan efikasi yang paling rendah dibandingkan dengan Moderna, Pfizer, AstraZeneca.
Lihat Juga :