alexametrics

Para Pemimpin Daerah Beri Testimoni di Konser In Memoriam Didi Kempot

loading...
Para Pemimpin Daerah Beri Testimoni di Konser In Memoriam Didi Kempot
Testimoni terhadap sosok Didi Kempot dari berbagai kepala daerah menjadi salah satu suguhan dalam konser digital Tombo Kangen In Memoriam Didi Kempot, Senin (25/5). (Video Grab/iNews TV)
A+ A-
NGAWI - Testimoni maupun kesan dan pengalaman terhadap sosok Didi Kempot dari berbagai kepala daerah menjadi salah satu suguhan dalam konser digital Tombo Kangen In Memoriam Didi Kempot yang disiarkan iNews TV dari Gedung Eka Kapti, Ngawi, Jawa Timur, Senin (25/5) malam. Sebagian besar dari mereka mengingkat sosok Didi yang rendah hati. Konser ini digelar untuk membantu orang-orang yang terkena dampak Covid-19 sekaligus mengenang karya Didi Kempot.

Para pejabat yang terlibat di acara ini rata-rata pernah bertemu langsung dengan Didi semasa hidup. Mereka ada juga yang memiliki proyek bersama tapi urung terlaksana karena Didi sudah terlebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa. Didi meninggal dunia pada 5 Mei lalu akibat henti jantung. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga, tapi juga penggemar dan orang-orang yang mengenalnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan testimoninya atas sosok Didi di acara tersebut. Risma mengaku sempat bertemu almarhum ketika ada acara di Jakarta. Saat itu, Risma mengaku kaget saat Didi menyapanya padahal keduanya belum pernah bertemu. Meski begitu, Risma sudah menjadi penggemar Didi sebelum menjabat sebagai wali kota.



"Beliau itu karyanya luar biasa dan menariknya di zaman sekarang lagu berlirik jawanya juga digandrungi anak anak millennial. Saat ini, (itu) yang nggak banyak dilakukan oleh penyanyi lainnya ini karena biasanya lagu-lagu tersebut hanya kalangan orangtua yang mendengarkan," ucap Risma.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pun punya pengalaman berkesan dengan almarhum. Dia menilai sosok Didi Kempot merupakan idola anak millenial dengan lagu campur sari yang dibawakan olehnya juga ikut mengangkat lagu tersebut menjadi dikenal dan harum tak hanya di Indonesia tapi juga hingga sampai luar Negeri.

"Saya penggemar beliau. Mas Didi Kempot kembali bisa menarik generasi millenial anak muda dan jarang dimiliki musisi lain kalau generasi tua ya itu saja. Tapi, ini terbalik dan yang jelas beliau angkat musik Jawa menjadi mainstream dan digemari segala kalangan. Ini bisa dikatakan menjadi ciri khas bangsa kita disukai semua orang. Ini sesuatu yang nggak mudah dilakukan orang muda. Mas Didi jadi penyanyi semua usia dan zaman. Seorang penyanyi yang bisa ditempatkan dimana saja. Terakhir konser di Surabaya, penggemarnya dari segala kalangan," ujar Emil.

Bupati banyuwangi Azwar Anas mengisahkan almarhum Didi Kempot pernah menggelar dua kali konser di Banyuwangi. Konser itu membuat lalu lintas luar biasa macet karena penonton hadir dari luar Banywangi seperti Bali, Jakarta dan lainnya.

"Didi Kempot sosok mengagumkan, beliau sangat humble. Waktu itu ada Rizky, anak difabel yang membuat lukisan. Saya lihat dia luar biasa namun sangat humble menerima karya dari anak-anak Banyuwangi," kata dia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut mengantar almarhum hingga pemakaman mengungkapkan sebenarnya dirinya punya beberapa acara sama mas didi yang belum selesai pas tampil event guyonan gak pernah berhenti karena senang dengan cara mas Didi tampil bisa menembus batas musik campur sari semua levei ekonomi dan pejabat.

"Saya dan Mas Didi kalau lagi guyon nggak ada batas. Makanya, saya benar-benar kehilangan sahabat. Itu yang membuat pershabatan bisa terus berjalan. Mas didi deket rakyat dan masyarakat yang dulu berkesenian dari jalan. Keihklasan merakyat sama temen, banyak membantu, hampir semua suka dan temen-temen lagi siapkan patung di stasiun balapan mudah-mudahan patungnya cepet jadi,” papar Ganjar.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang juga menjadi pembawa acara (MC)di acara konser Tombo Kangen in memoriam Didi Kempot menjelaskan bahwa gelaran konser ini selain untuk kangen kampung halaman karena tidak boleh mudik saat lebaran serta untuk mendukung membantu korban dan penanganan Covid-19 ini juga tribute untuk almarhum Didi. Didi sebenarnya menjadi pengisi utama konser tersebut namun kenyataan berkata lain Didi Kempot berpulang, Dia pun menjadi orang pertama yang membagikan pengalaman bersama sang Godfather Of Broken Heart ini.

Bupati yang akrab disapa Kanang itu menjelaskan dalam konser itu, terdapat dialog yang diikuti sejumlah tokoh penting seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Trenggalek Nur Arifin dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Budi yang akrab disapa Kanang itu memandu langsung dialog tersebut.

“Itu konser kangen Jawa Timur di Ngawi untuk mengobati rasa kangen tak boleh silaturahmi dan mudik. Ini pengganti mudik kita yang hari ini tidak bisa mudik ke kampung halaman. Saya sebagai host dan akan berdialog dengan Ganjar, Pramono Anung, Bu Risma dan Pak Anas untuk menggalang dana sekaligus mengenang sosok Didi Kempot,” papar Kanang ketika membuka acara yang di gelar di Gedung Eka Kapti, Ngawi, Jawa Timur, dalam tayangan iNews TV, Senin (25/5) malam.

Selain testimoni dari para pejabat, acara ini juga dimeriahkan penampilan sejumlah musisi lokal. Mereka menyanyikan lagu-lagu karya Didi Kempot yang dikenal di kalangan Sobat Ambyar-sebutan fans milenial Didi, seperti Stasiun Balapan, Sewu Kutha, Banyu Langit, Suket Teki, Cidro, Perawan Kalimantan dan lain-lain.
(alv)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak