Tanda Saturasi Oksigen Rendah dan Normal pada Pasien Covid-19

Senin, 28 Juni 2021 - 17:43 WIB
loading...
Tanda Saturasi Oksigen Rendah dan Normal pada Pasien Covid-19
Tanda Saturasi Oksigen Rendah dan Normal pada Pasien Covid-19. Foto/SciTech Daily.
A A A
JAKARTA - Banyak pasien Covid-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah dalam darah mereka, bahkan ketika merasa sehat. Kadar oksigen yang rendah dapat menjadi tanda peringatan dini bahwa perawatan medis diperlukan.

Saturasi oksigen mengacu pada tingkat (persentase) hemoglobin teroksigenasi dalam darah yang diangkut dari paru-paru ke berbagai organ dan membantu mempertahankan fungsi vital. Angka kadar oksigen di atas 94 dianggap sehat.

Namun, dengan Covid-19 , suplai oksigen dalam tubuh bisa sangat terpengaruh dan juga sering dianggap sebagai tanda parahnya penyakit. Virus corona baru dapat menyebabkan peradangan yang meluas di paru-paru dan rongga dada, menciptakan kekeruhan seperti kaca yang berdampak pada suplai darah beroksigen dalam tubuh.

Baca Juga : Moeldoko Dukung Penuh Penggunaan Ivermectin untuk Sembuhkan Covid-19

Sementara kadar oksigen 94-100 dianggap sehat, sedangkan di bawah 94 dapat menyebabkan hipoksemia. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika kadar oksigen dalam tubuh secara konsisten rendah dan dapat menyebabkan kerusakan organ atau kematian jika tidak ditangani dengan benar dan tepat waktu.

Dilansir dari Times of India, Senin (28/6) kadar oksigen yang turun secara konsisten di bawah 90, dianggap sebagai tanda peringatan dan panggilan untuk bantuan medis. Jika kadar oksigen mencapai antara 91-94 harus dipantau.

Penggunaan terapi oksigen di rumah atau pernapasan tengkurap dapat membantu meningkatkan kadar oksigen. Namun, jika pembacaan terus tidak stabil atau tetap sama selama 1-2 jam berturut-turut, itu dianggap sebagai tanda untuk mencari bantuan segera.

Baca Juga : Bahaya Minum Dexamethasone Tanpa Resep Dokter, Ini Efeknya bagi Kesehatan

Mereka yang berjuang melawan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya, orang tua dan menderita komplikasi paru-paru perlu diprioritaskan untuk perawatan.
(dra)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1986 seconds (11.210#12.26)