Teknik Proning Lagi Viral, Cara Alternatif Atasi Turunnya Saturasi Oksigen
Minggu, 04 Juli 2021 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Saturasi Oksigen Anda di Angka 94%, Jangan Panik, Lakukan 4 Langkah Ini
Terakhir yaitu posisi tiga, adalah merebahkan tubuh dalam posisi setengah duduk selama 30 menit. Lantas sebenarnya, apa itu teknik proning, dan benarkah dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh?
Melansir dari situs Health, teknik proning memang dapat membantu pasien Covid-19 bernapas lebih lega hanya dengan mengubah posisi tubuh mereka. Istilah ini pada dasarnya berarti menempatkan pasien dalam posisi tengkurap atau telungkup.
Sebagai informasi, tubuh manusia memiliki lebih banyak jaringan paru-paru di bagian belakang tubuh daripada di depan. Sementara itu virus corona menyebabkan cairan dan sekresi abnormal berkumpul ke arah belakang, di mana terdapat lebih banyak jaringan paru-paru, dan pada akhirnya ini menyebabkan gangguan yang lebih besar pada fungsi paru-paru.
“Ketika seorang pasien dalam posisi tengkurap, gravitasi membantu sekresi bergerak ke bawah,” kata direktur medis untuk perawatan kritis di St Jude Medical Center di Fullerton, California, Harry Peled.
Terakhir yaitu posisi tiga, adalah merebahkan tubuh dalam posisi setengah duduk selama 30 menit. Lantas sebenarnya, apa itu teknik proning, dan benarkah dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh?
Melansir dari situs Health, teknik proning memang dapat membantu pasien Covid-19 bernapas lebih lega hanya dengan mengubah posisi tubuh mereka. Istilah ini pada dasarnya berarti menempatkan pasien dalam posisi tengkurap atau telungkup.
Sebagai informasi, tubuh manusia memiliki lebih banyak jaringan paru-paru di bagian belakang tubuh daripada di depan. Sementara itu virus corona menyebabkan cairan dan sekresi abnormal berkumpul ke arah belakang, di mana terdapat lebih banyak jaringan paru-paru, dan pada akhirnya ini menyebabkan gangguan yang lebih besar pada fungsi paru-paru.
“Ketika seorang pasien dalam posisi tengkurap, gravitasi membantu sekresi bergerak ke bawah,” kata direktur medis untuk perawatan kritis di St Jude Medical Center di Fullerton, California, Harry Peled.
Lihat Juga :