Jangan Salah! India Selamat dari Krisis COVID-19 Bukan karena Ivermectin

Selasa, 06 Juli 2021 - 11:45 WIB
loading...
Jangan Salah! India...
Foto Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Santer terdengar isu bahwa penurunan krisis COVID-19 di India berkat penggunaan obat Ivermectin yang diberikan kepada pasien. Benarkah demikian?

Di awal Mei 2021, kita semua menyaksikan bagaimana India berjibaku dengan tsunami COVID-19 yang begitu luar biasa. Banyak korban jiwa berjatuhan karena kejadian itu.

Baca Juga: Terjadi Panic Buying, Benarkah Susu Bisa Tangkal Covid-19?

Salah satu penyebab yang disalahkan dari meroketnya kasus COVID-19 di India adalah kesadaran masyarakat yang begitu lemah terhadap penerapan protokol kesehatan, masih adanya acara besar-besaran yang diikuti banyak masyarakat, dan pemerintah yang dinilai lambat melakukan pencegahan.

India kemudian berjuang menurunkan efek tsunami COVID-19 yang membabi-buta tersebut. Banyak upaya yang mereka lakukan, salah satunya memperbaiki sistem kesehatan dan menjamin ketersediaan tabung oksigen di rumah sakit.

Lalu, santer terdengar isu bahwa penurunan kasus krisis di India juga berkat penggunaan obat Ivermectin yang diberikan kepada pasien COVID-19. Benarkah demikian?

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menegaskan bahwa itu pernyataan yang keliru. Sebab, Ivermectin bukan jalan keluar India terbebas dari kritis COVID-19.

"Kasus COVID-19 di India tidak turun drastis karena Ivermectin. Itu karena mereka melakukan lockdown yang intens," tegas Prof. Beri, sapaan akrabnya, di Twitter, Selasa (6/7).

Prof. Beri menerangkan, pemerintah India bahkan menghentikan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19.

"Beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan India telah mengubah pengobatan yang diresepkan untuk pasien COVID-19. Menurut pedoman baru, penggunaan Ivermectin telah dihapus sepenuhnya. Itu sudah clear," tambahnya.

"Di Amerika Serikat, Ivermectin amat tidak dianjurkan untuk pengobatan COVID-19. Ini juga sudah clear," sambung Prof. Beri.

Baca Juga: Menggunakan Masker KN95 Berulang Kali Sangat Berbahaya, Ini Penjelasannya!

Di pernyataan lain, Prof. Beri mengungkapkan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Eropa juga telah melarang penggunaan Ivermectin untuk pengobatan COVID-19. "Kecuali untuk uji klinis," katanya.

Itu yang kini dilakukan di Indonesia. Ivermectin untuk COVID-19 saat ini statusnya masih diuji klinis sehingga kepastian terkait keamanan dan efektivitas obat cacing tersebut untuk COVID-19 belum didapati hasil ilmiahnya.

"BPOM masih melakukan uji klinis terhadap Ivermectin dan belum mengizinkan obat tersebut sebagai obat COVID-19," tegasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IDI Akui Adanya Budaya...
IDI Akui Adanya 'Budaya' Perundungan di PPDS
Ternyata Ini Penyebab...
Ternyata Ini Penyebab Maraknya Aksi Bullying di Lingkungan PPDS
Heboh Kabar Pandemi...
Heboh Kabar Pandemi Kedua Akan Terjadi pada 2023, Begini Tanggapan IDI
Manfaatkan Saluran Pengaduan...
Manfaatkan Saluran Pengaduan Kasus Bullying saat PPDS, Ini Saran PB IDI
Kasus Bullying Marak...
Kasus Bullying Marak di Kalangan Peserta Didik Kedokteran, Begini Sikap IDI
Ini Dampak Buruk dari...
Ini Dampak Buruk dari Kesalahan Penanganan Tulang Bengkok
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
7 Perguruan Tinggi Suarakan...
7 Perguruan Tinggi Suarakan Kolegium Dokter Indonesia Tak Diambil Alih Pemerintah
IDI dan Organisasi Masyarakat...
IDI dan Organisasi Masyarakat Desak Pemerintah Perkuat Pengendalian Konsumsi Zat Adiktif
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Berita Terkini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Infografis
Ilmuwan: Virus Langya...
Ilmuwan: Virus Langya yang Melanda Berbeda dari Virus Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved