Peduli Sanitasi, Rotary Indonesia Kumandangkan Program Ini
Kamis, 08 Juli 2021 - 12:02 WIB
loading...
Rendahnya akses ke sanitasi bisa berpengaruh pada kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, gizi, lingkungan, problem ekonomi dan sosial. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara terburuk dalam hal toilet di dunia, setelah Tiongkok dan India. Data tahun 2020, ada 20 juta keluarga yang hidup tanpa toilet. Jika satu keluarga rata-rata memiliki 4 orang, maka ada 80 juta orang masih membuang hajat di sungai dan di sembarang tempat.
Baca juga: Resep Cah Jamur Bayam Rendah Garam, Pas untuk Makan Siang
Inilah salah satu titik krusial penyebab rendahnya tingkat sanitasi yang menjadi awal mula problem kesehatan lingkungan di negeri ini. Dari 80 juta orang itu, setara dengan 14 ribu ton kotoran manusia yang mencemari air sungai setiap harinya. Tidak mengherankan jika polusi sungai menembus angka 75%, dan degradasi air tanah sampai di level 70% di Indonesia.
"Ini masalah yang sangat serius, mendesak, dan menjadi tanggung jawab bersama-sama. Dampaknya panjang dan daya rusaknya dahsyat. Karena itu, tahun 2021-2022 ini, Rotary District 3420 Indonesia mencanangkan program 5.000 Jamban Keluarga untuk Indonesia," kata Cindy Bachtiar, yang per 1 Juli 2021 resmi menjabar sebagai District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia, dalam keterangan persnya, Kamis (8/7).
Menurut Cindy, rendahnya akses ke sanitasi bisa berpengaruh pada kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, gizi, lingkungan, problem ekonomi dan sosial. Bahkan, PBB mencatat lebih dari setengah populasi global atau 4,2 miliar orang kekurangan sanitasi yang aman. Sanitasi buruk ini juga mengakibatkan sekitar 297 ribu anak di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat diare. Juga banyak yang terjangkit tipus, desentri, dan polio.
"Ini sudah menjadi masalah global. Dan di Indonesia, ada 150.000 orang meninggal yang berawal dari problem sanitas ini. Angka yang sungguh fantastis, yang seharusnya jika kita bisa bergotong royong, membantu masyarakat, akan sangat bermanfaat buat mereka dan masa depan anak-anak Indonesia," ungkap Cindy.
Bagi kaum perempuan, rendahnya apresiasi pada masalah sanitasi ini juga membuat mereka harus selalu berhadapan dengan risiko pelecehan, akibat akses toilet kurang menawarkan privasi. Toilet atau jamban ini juga berkaitan dengan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.
Baca juga: Resep Cah Jamur Bayam Rendah Garam, Pas untuk Makan Siang
Inilah salah satu titik krusial penyebab rendahnya tingkat sanitasi yang menjadi awal mula problem kesehatan lingkungan di negeri ini. Dari 80 juta orang itu, setara dengan 14 ribu ton kotoran manusia yang mencemari air sungai setiap harinya. Tidak mengherankan jika polusi sungai menembus angka 75%, dan degradasi air tanah sampai di level 70% di Indonesia.
"Ini masalah yang sangat serius, mendesak, dan menjadi tanggung jawab bersama-sama. Dampaknya panjang dan daya rusaknya dahsyat. Karena itu, tahun 2021-2022 ini, Rotary District 3420 Indonesia mencanangkan program 5.000 Jamban Keluarga untuk Indonesia," kata Cindy Bachtiar, yang per 1 Juli 2021 resmi menjabar sebagai District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia, dalam keterangan persnya, Kamis (8/7).
Menurut Cindy, rendahnya akses ke sanitasi bisa berpengaruh pada kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, gizi, lingkungan, problem ekonomi dan sosial. Bahkan, PBB mencatat lebih dari setengah populasi global atau 4,2 miliar orang kekurangan sanitasi yang aman. Sanitasi buruk ini juga mengakibatkan sekitar 297 ribu anak di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat diare. Juga banyak yang terjangkit tipus, desentri, dan polio.
"Ini sudah menjadi masalah global. Dan di Indonesia, ada 150.000 orang meninggal yang berawal dari problem sanitas ini. Angka yang sungguh fantastis, yang seharusnya jika kita bisa bergotong royong, membantu masyarakat, akan sangat bermanfaat buat mereka dan masa depan anak-anak Indonesia," ungkap Cindy.
Bagi kaum perempuan, rendahnya apresiasi pada masalah sanitasi ini juga membuat mereka harus selalu berhadapan dengan risiko pelecehan, akibat akses toilet kurang menawarkan privasi. Toilet atau jamban ini juga berkaitan dengan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.
Lihat Juga :