Level PPKM Turun, Sekolah Tatap Muka Boleh Dimulai Jika Penuhi Ketentuan Ini
Selasa, 24 Agustus 2021 - 16:30 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengumumkan PPKM Jawa-Bali turun ke Level 3 pada Senin (23/8) malam. Artinya, sudah ada pelonggaran di beberapa sektor kehidupan, termasuk aturan sekolah tatap muka .
Pada wilayah dengan PPKM Level 3, sekolah tatap muka dapat dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%. Tentu hal itu dilakukan dengan sangat terbatas dan memperhatikan beberapa faktor penunjang lain seperti siswa dan guru yang sudah tervaksinasi seluruhnya.
Baca Juga: Belajar Daring dengan Sensasi Layaknya Belajar di Sekolah
Hal ini pun pernah dikatakan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika vaksinasi pada siswa dan guru sudah seluruhnya diberikan dan jika situasi pandemi melandai, sekolah tatap muka dapat dijalankan secara terbatas.
Namun, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, untuk situasi sekarang, sekolah tatap muka belum dilakukan, tapi pihak sekolah sudah bisa melakukan persiapan.
"Di situasi sekarang dengan positivity rate secara nasional masih di atas 30% dan vaksinasi belum tinggi, keputusan paling bijak ialah belum melakukan sekolah tatap muka. Kalau untuk siap-siap boleh, karena level PPKM sudah turun," paparnya saat siaran langsung di Instagram pribadi, @profesorzubairi, Selasa (24/8).
Prof. Beri, sapaan akrabnya, melanjutkan, khusus DKI Jakarta yang angka positivity rate-nya di angka 8% dan vaksinasi sudah sangat tinggi dengan penerima vaksin dosis pertama sudah hampir seluruh orang dewasa dan dosis kedua sudah 50%, uji coba sekolah tatap muka boleh dilakukan.
Pada wilayah dengan PPKM Level 3, sekolah tatap muka dapat dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%. Tentu hal itu dilakukan dengan sangat terbatas dan memperhatikan beberapa faktor penunjang lain seperti siswa dan guru yang sudah tervaksinasi seluruhnya.
Baca Juga: Belajar Daring dengan Sensasi Layaknya Belajar di Sekolah
Hal ini pun pernah dikatakan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika vaksinasi pada siswa dan guru sudah seluruhnya diberikan dan jika situasi pandemi melandai, sekolah tatap muka dapat dijalankan secara terbatas.
Namun, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, untuk situasi sekarang, sekolah tatap muka belum dilakukan, tapi pihak sekolah sudah bisa melakukan persiapan.
"Di situasi sekarang dengan positivity rate secara nasional masih di atas 30% dan vaksinasi belum tinggi, keputusan paling bijak ialah belum melakukan sekolah tatap muka. Kalau untuk siap-siap boleh, karena level PPKM sudah turun," paparnya saat siaran langsung di Instagram pribadi, @profesorzubairi, Selasa (24/8).
Prof. Beri, sapaan akrabnya, melanjutkan, khusus DKI Jakarta yang angka positivity rate-nya di angka 8% dan vaksinasi sudah sangat tinggi dengan penerima vaksin dosis pertama sudah hampir seluruh orang dewasa dan dosis kedua sudah 50%, uji coba sekolah tatap muka boleh dilakukan.
Lihat Juga :