Positivity Rate Covid-19 Indonesia Tembus 11%, PB IDI Sebut Banyak Tes Mandiri yang Tak Dilaporkan
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 14:10 WIB
loading...
Ketua Satgas Covid-19 PB IDI dr Erlina Burhan menduga tingginya positivity rate Indonesia akibat banyak orang yang tes mandiri (self-test) Covid-19 tapi tidak melaporkan hasilnya ke pemerintah. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Angka positivity rate Covid-19 Indonesia berdasarkan laman resmi covid.go.id per Agustus 2022 tembus angka 11 persen. Itu jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 5 persen untuk menyatakan Covid-19 terkendali.
Positivity rate Covid-19 didapat dari angka kasus konfirmasi positif dibagi dengan jumlah orang yang dites. Ketua Satgas Covid-19 PB IDI dr Erlina Burhan menduga tingginya positivity rate Indonesia akibat banyak orang yang tes mandiri (self-test) Covid-19 tapi tidak melaporkan hasilnya ke pemerintah.
"Kami menduga kenaikan tinggi positivity rate ini akibat sekarang ini kan test kit antigen Covid-19 sudah dijual bebas. Nah, sudah banyak orang yang tes sendiri, tapi hasilnya tidak dilaporkan ke pemerintah," ungkap dr Erlina dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/8/2022).
Tak hanya itu, banyak juga masyarakat yang melakukan tes mandiri tapi 'denial' dengan hasilnya. "Saat tes menunjukkan hasil positif, dia malah bilang alatnya rusak karena enggak ada gejala apa-apa," terangnya.
Baca Juga: Menggembirakan, Positivity Rate Covid-19 Tembus Angka 1,67%
Positivity rate Covid-19 didapat dari angka kasus konfirmasi positif dibagi dengan jumlah orang yang dites. Ketua Satgas Covid-19 PB IDI dr Erlina Burhan menduga tingginya positivity rate Indonesia akibat banyak orang yang tes mandiri (self-test) Covid-19 tapi tidak melaporkan hasilnya ke pemerintah.
"Kami menduga kenaikan tinggi positivity rate ini akibat sekarang ini kan test kit antigen Covid-19 sudah dijual bebas. Nah, sudah banyak orang yang tes sendiri, tapi hasilnya tidak dilaporkan ke pemerintah," ungkap dr Erlina dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/8/2022).
Tak hanya itu, banyak juga masyarakat yang melakukan tes mandiri tapi 'denial' dengan hasilnya. "Saat tes menunjukkan hasil positif, dia malah bilang alatnya rusak karena enggak ada gejala apa-apa," terangnya.
Baca Juga: Menggembirakan, Positivity Rate Covid-19 Tembus Angka 1,67%
Lihat Juga :