Stroke 80% Sering Terjadi antara Jam 06.00 dan 12.00

loading...
Stroke 80% Sering Terjadi antara Jam 06.00 dan 12.00
Seseorang hampir 80% lebih mungkin mengalami stroke antara jam 06.00 dan 12.00 daripada di kemudian hari. Ini berdasarkan American Heart Association in Stroke. Foto/Express.
JAKARTA - Seseorang hampir 80% lebih mungkin mengalami stroke antara jam 06.00 dan 12.00 daripada di kemudian hari. Penelitian ini diterbitkan oleh American Heart Association in Stroke.

Para peneliti mengatakan ini adalah contoh dari variasi sirkadian. Pasalnya, ada perbedaan risiko yang bervariasi berdasarkan siklus 24 jam ritme sirkadian seseorang.

Dilansir dari Express, Jumat (17/9/2021) untuk penelitian ini, tim melakukan meta-analisis dari 31 publikasi dengan data primer dari 11.816 pasien stroke.

"Ada peningkatan 49% pada semua jenis stroke antara jam 6 pagi dan siang hari, yang merupakan peningkatan 79% dibandingkan risiko normal pada 18 jam lainnya dalam sehari," kata peneliti.



Baca Juga: Gejala Stroke saat Berjalan yang Pantang Diabaikan

"Ada 29% lebih sedikit stroke antara tengah malam dan 6 pagi, penurunan 35% dibandingkan dengan 18 jam lainnya dalam sehari," sambungnya.

Mereka menambahkan bahwa ketiga jenis stroke memiliki risiko yang jauh lebih tinggi selama periode ini. Para peneliti menyimpulkan bahwa data ini mendukung adanya pola sirkadian pada awal stroke, dengan risiko yang jauh lebih tinggi di pagi hari.

Ada sejumlah gejala yang harus diwaspadai, karena bisa mengindikasikan stroke. Ini termasuk kelemahan wajah, kelemahan lengan, dan masalah bicara.

Gejala lain termasuk kelemahan tiba-tiba atau mati rasa di satu sisi tubuh, termasuk kaki atau tangan, serta sakit kepala parah yang tiba-tiba. Gaya hidup tertentu dapat berdampak pada risiko seseorang terkena stroke.

Baca Juga: Stroke, Tanda Peringatan Dini Bisa Muncul 10 Tahun Sebelum Kejadian
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top