Stroke 80% Sering Terjadi antara Jam 06.00 dan 12.00
Jum'at, 17 September 2021 - 08:14 WIB
loading...
Seseorang hampir 80% lebih mungkin mengalami stroke antara jam 06.00 dan 12.00 daripada di kemudian hari. Ini berdasarkan American Heart Association in Stroke. Foto/Express.
A
A
A
JAKARTA - Seseorang hampir 80% lebih mungkin mengalami stroke antara jam 06.00 dan 12.00 daripada di kemudian hari. Penelitian ini diterbitkan oleh American Heart Association in Stroke.
Para peneliti mengatakan ini adalah contoh dari variasi sirkadian. Pasalnya, ada perbedaan risiko yang bervariasi berdasarkan siklus 24 jam ritme sirkadian seseorang.
Dilansir dari Express, Jumat (17/9/2021) untuk penelitian ini, tim melakukan meta-analisis dari 31 publikasi dengan data primer dari 11.816 pasien stroke.
"Ada peningkatan 49% pada semua jenis stroke antara jam 6 pagi dan siang hari, yang merupakan peningkatan 79% dibandingkan risiko normal pada 18 jam lainnya dalam sehari," kata peneliti.
Baca Juga: Gejala Stroke saat Berjalan yang Pantang Diabaikan
"Ada 29% lebih sedikit stroke antara tengah malam dan 6 pagi, penurunan 35% dibandingkan dengan 18 jam lainnya dalam sehari," sambungnya.
Para peneliti mengatakan ini adalah contoh dari variasi sirkadian. Pasalnya, ada perbedaan risiko yang bervariasi berdasarkan siklus 24 jam ritme sirkadian seseorang.
Dilansir dari Express, Jumat (17/9/2021) untuk penelitian ini, tim melakukan meta-analisis dari 31 publikasi dengan data primer dari 11.816 pasien stroke.
"Ada peningkatan 49% pada semua jenis stroke antara jam 6 pagi dan siang hari, yang merupakan peningkatan 79% dibandingkan risiko normal pada 18 jam lainnya dalam sehari," kata peneliti.
Baca Juga: Gejala Stroke saat Berjalan yang Pantang Diabaikan
"Ada 29% lebih sedikit stroke antara tengah malam dan 6 pagi, penurunan 35% dibandingkan dengan 18 jam lainnya dalam sehari," sambungnya.
Lihat Juga :