Teken WEP, Unilever Indonesia Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender
Selasa, 21 April 2020 - 22:25 WIB
loading...
Program Bank Sampah Unilever Indonesia membantu banyak perempuan untuk menjadikan sampah sebagai komoditas yang memiliki manfaat ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dalam semangat perayaan Hari Kartini, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Hemant Bakshi telah menandatangani dokumen CEO Statement pada Selasa (21/4) untuk ”Women Empowerment Principles” (WEP) yang digagas oleh UN Global Compact dan UN Women.
Dengan menandatangani dokumen tersebut, Unilever Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memajukan kesetaraan gender di tempat kerja, pasar, dan komunitas melalui penerapan tujuh prinsip pemberdayaan perempuan.
Penandatanganan WEP adalah bukti nyata yang semakin mengukuhkan dukungan Unilever Indonesia terhadap tercapainya target ”Kesetaraan Gender” di dalam Sustainable Development Goals 2030 yang dicanangkan oleh PBB. Dengan bergabung dengan komunitas WEP, perusahaan telah menempatkan komitmen ini di level tertinggi dan siap untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong praktik bisnis yang memberdayakan perempuan.
Tujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang telah ditandatangani meliputi kepemimpinan yang mendukung kesetaraan gender; memperlakukan pekerja perempuan dan laki-laki secara setara; menjamin kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh pekerja perempuan dan laki-laki; mendorong pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesi untuk perempuan; melaksanakan pengembangan usaha, rantai pasokan, dan praktik pemasaran yang mendukung kesetaraan gender; mempromosikan kesetaraan melalui kegiatan komunitas dan advokasi; serta mengukur dan melaporkan secara terbuka tentang kemajuan yang telah dicapai perusahaan dalam mencapai kesetaraan gender.
"Unilever Indonesia mendukung penuh ketujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang diperjuangkan oleh PBB tersebut karena sejalan dengan upaya-upaya yang telah kami lakukan secara internal maupun eksternal. Kami ingin merayakan Hari Kartini tahun ini sebagai momentum penting untuk terus menyebarluaskan pentingnya kesetaraan gender kepada seluruh stakeholder kami, memperingati sosok Kartini yang dikenal sebagai simbol pergerakan dan kekuatan perempuan sejak lebih dari seabad lalu," papar Hemant Bakshi melalui siaran resmi yang diterima SINDOnews.
Dengan menandatangani dokumen tersebut, Unilever Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memajukan kesetaraan gender di tempat kerja, pasar, dan komunitas melalui penerapan tujuh prinsip pemberdayaan perempuan.
Penandatanganan WEP adalah bukti nyata yang semakin mengukuhkan dukungan Unilever Indonesia terhadap tercapainya target ”Kesetaraan Gender” di dalam Sustainable Development Goals 2030 yang dicanangkan oleh PBB. Dengan bergabung dengan komunitas WEP, perusahaan telah menempatkan komitmen ini di level tertinggi dan siap untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong praktik bisnis yang memberdayakan perempuan.
Tujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang telah ditandatangani meliputi kepemimpinan yang mendukung kesetaraan gender; memperlakukan pekerja perempuan dan laki-laki secara setara; menjamin kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh pekerja perempuan dan laki-laki; mendorong pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesi untuk perempuan; melaksanakan pengembangan usaha, rantai pasokan, dan praktik pemasaran yang mendukung kesetaraan gender; mempromosikan kesetaraan melalui kegiatan komunitas dan advokasi; serta mengukur dan melaporkan secara terbuka tentang kemajuan yang telah dicapai perusahaan dalam mencapai kesetaraan gender.
"Unilever Indonesia mendukung penuh ketujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang diperjuangkan oleh PBB tersebut karena sejalan dengan upaya-upaya yang telah kami lakukan secara internal maupun eksternal. Kami ingin merayakan Hari Kartini tahun ini sebagai momentum penting untuk terus menyebarluaskan pentingnya kesetaraan gender kepada seluruh stakeholder kami, memperingati sosok Kartini yang dikenal sebagai simbol pergerakan dan kekuatan perempuan sejak lebih dari seabad lalu," papar Hemant Bakshi melalui siaran resmi yang diterima SINDOnews.
Lihat Juga :