Phexxi, Alat Kontrasepsi Berbentuk Gel untuk Kaum Hawa di AS

Selasa, 02 Juni 2020 - 23:23 WIB
loading...
Phexxi, Alat Kontrasepsi...
Alat kontrasepsi ini hadir dalam bentuk gel dengan aplikator dan dapat dimasukkan ke dalam vagina sesaat sebelum berhubungan seks. / Foto: Kicknews Today
A A A
CALIFORNIA - Ada begitu banyak pilihan hormonal dan nonhormonal ketika Anda mencari metode kontrasepsi yang tepat. Sementara pil masih merupakan bentuk kontrasepsi wanita yang paling populer, dan jenis KB baru sedang dikembangkan.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui gel kontrol kelahiran tanpa resep hormon pertama. Ini bekerja dengan menjaga pH vagina dalam kisaran normal yang bersifat asam dan tidak ramah terhadap sperma.

Pada 22 Mei lalu, FDA menyetujui Phexxi, gel kontrasepsi yang terdiri dari asam laktat, asam sitrat, dan kalium bitartrat. Ya, alat kontrasepsi ini hadir dalam bentuk gel dengan aplikator dan dapat dimasukkan ke dalam vagina sesaat sebelum berhubungan seks. Dikembangkan Evofem Biosciences, Inc, gel ini nonhormon dan bekerja dengan cara yang mirip dengan spermisida.

Banyak hal yang dapat memengaruhi pH vagina, termasuk sperma. Umumnya, vagina harus memiliki tingkat pH antara 3,5 dan 4,5 sehingga bersifat asam. Namun, sperma menaikkan pH sekitar 7 atau 8 menjadikannya netral. Phexxi dikembangkan untuk mempertahankan tingkat pH alami di vagina sehingga sperma tidak bisa bertahan hidup.

"Ada sedikit kemajuan dalam pengendalian kelahiran selama dua dekade terakhir, Phexxi mewakili langkah maju yang penting dalam kesehatan wanita," kata Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati, Michael A. Thomas, MD seperti dilansir Forbes.

"Phexxi menawarkan wanita kebebasan dari hormon dan kontrol atas bagaimana mereka memilih untuk mencegah kehamilan. Saya berharap dapat menawarkan opsi berdasarkan permintaan baru ini kepada pasien saya," sambungnya.

Phexxi telah diuji pada 1.400 wanita berusia antara 18-35 tahun. Adapun hasil uji coba ini menunjukkan bahwa Phexxi rata-rata efektif 86% selama tujuh siklus menstruasi. Sebagian kecil wanita menderita sistitis, pielonefritis, dan ISK (infeksi saluran kemih) sesudahnya, dan Evofem telah menyarankan bahwa Phexxi tidak cocok untuk orang dengan riwayat ISK berulang atau kelainan saluran kemih.

Dikabarkan jika Phexxi dijual seharga USD250 hingga USD275 untuk satu kotak berisi 12 tanpa asuransi. Saat ini, perusahaan sedang berupaya untuk mendapatkannya tercakup dalam Undang-Undang Perawatan Terjangkau.

"Persetujuan FDA dari Phexxi berarti wanita sekarang memiliki akses ke opsi kontrasepsi nonhormon yang mereka kontrol, dengan syarat digunakan hanya ketika mereka membutuhkannya. Kami bangga dan bersemangat untuk memberikan inovasi baru kepada wanita dalam kategori yang siap untuk perubahan," ujar Chief Executive Officer Evofem Biosciences, Saundra Pelletier.

Diharapkan Phexxi akan diluncurkan pada awal September. Mempertimbangkan pandemi Covid-19 saat ini, Phexxi Concierge Experience akan tersedia untuk masyarakat. Evofem menggambarkan ini sebagai sistem dukungan telemedicine pasien dan penyedia layanan kesehatan.

Perusahaan telah mengatakan bahwa melalui platform orang akan dapat mengamankan resep, menentukan cakupan asuransi mereka, menerima dukungan konseling dan pengingat isi ulang. Sementara Phexxi bekerja untuk melindungi dari kehamilan, namun Phexxi tidak melindungi pengguna dari IMS. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan dokter sebelum mengubah kontrasepsi.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Penggunaan KB...
Studi: Penggunaan KB IUD Picu Risiko Kanker Payudara
Aurel Hermansyah Pasang...
Aurel Hermansyah Pasang Alat Kontrasepsi, Ogah Punya Anak Lagi?
Cara KB Alami Tanpa...
Cara KB Alami Tanpa Efek Samping, Pasutri Wajib Tahu
Partisipasi Pria dalam...
Partisipasi Pria dalam Program KB Alami Peningkatan yang Lambat, Kenapa?
Kolaborasi Unik Influencer...
Kolaborasi Unik Influencer Ajak Masyarakat Peduli Edukasi Seks
Cegah Hamil Tanpa Rencana...
Cegah Hamil Tanpa Rencana saat Pandemi, Bayer Hadirkan Program Edukasi dan Akses Kontrasepsi
Menghebohkan, Bayi Ini...
Menghebohkan, Bayi Ini Lahir dengan Memegang Alat Kontrasepsi Ibunya
Hari Kontrasepsi Sedunia,...
Hari Kontrasepsi Sedunia, Organon Indonesia Donasikan 1.000 Unit KB Implan ke IBI
Apa Hukum Vasektomi...
Apa Hukum Vasektomi dalam Islam? Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved