Tren Warna 2022, Sebuah Desain untuk Refleksikan Kehangatan dan Rekoneksi

Jum'at, 05 November 2021 - 19:42 WIB
loading...
Tren Warna 2022, Sebuah...
Tren warna 2022 dari Jotun mengusung nuansa kehangatan dan rekoneksi. Foto/Dok Jotun
A A A
JAKARTA - Tren warna 2022 mengusung nuansa kehangatan dan rekoneksi, yang terilhami dari kondisi pandemi di mana banyak orang selama satu tahun terakhir harus terpisah dan tak bisa bertemu. Seperti apa?

Menjelang pergantian tahun, tren warna terbaru untuk tahun depan mulai bermunculan. Suasana yang belakangan kian kondusif membawa pengaruh pada kemunculan warna-warna ini. Kehangatan dan rekoneksi adalah dua hal yang belakangan mulai tercipta, setelah setahun lebih kemarin masyarakat di dunia tak bisa saling bertemu.

Hal itulah yang menginspirasi Jotun untuk mengeluarkan kartu warna global trend 2022 untuk produk cat mereka. Bertajuk Together, kartu warna ini terdiri atas tiga skema warna yang unik dan dirancang secara cermat untuk membantu menciptakan ruang khusus di mana kita dapat menikmati kebersamaan lagi, merayakan momen dan percakapan yang bermakna, meluangkan waktu untuk merenung, serta membiarkan diri kita bermain dan kreatif.

Baca Juga: Aplikasi Batik Bekasi nan Mentereng dalam Modest Fashion Muslim

"Warna memengaruhi kesejahteraan kita. Mereka dapat menenangkan kita, menenangkan kekhawatiran kita atau memulai kreativitas kita. Kami terpesona oleh bagaimana warna yang mengelilingi kami dapat membentuk kehidupan kami sehari-hari," kata Lisbeth Larsen, Global Colour Manager Jotun, melansir siaran persnya, Jumat (5/11/2021).

Setiap tahun, lab. teknologi warna khusus Jotun mengambil ide-ide kreatif yang muncul dari penelitian global yang dilakukan oleh Lisbeth Larsen dan tim. Mereka mengubahnya menjadi "resep" warna yang unik, kombinasikan antara koleksi warna khas Jotun dengan trend ataupun arus budaya yang muncul di seluruh dunia.

"Saya terus-menerus mencoba nuansa yang berbeda, mencari warna yang tepat untuk disertakan. Bagi saya, inilah yang dimaksud dengan desain warna, semuanya harus diuji dan dicoba sampai Anda menemukan rona yang sempurna," terang Lisbeth Larsen.

Hasilnya adalah warna-warna dalam Together. Ada 28 warna yang dikelompokkan menjadi tiga palet berbeda, yang kemudian dinamakan Embrace, Playful, dan Cherish.

Embrace menampilkan warna-warna yang mendorong pikiran untuk mengembara kembali ke masa lalu dan menemukan kenyamanan di saat-saat dari masa lalu kita itu. Embrace juga mencakup nuansa pedesaan dari tanah dan batu yang mendorong kita untuk memperlambat serta membumikan diri kita di masa sekarang untuk merasa aman dalam kesederhanaan.

Dengan menggabungkan warna secara dinamis, memadukan masa kini, dan masa lalu, warna-warna Embrace bisa menciptakan suasana yang lembut, harmonis, serta sangat ramah.

Lalu Playful, berisi palet warna kuat yang penuh harapan dan optimisme. Nuansa cerah seperti pirus dan hijau laut, kuning sinar matahari, dan nuansa lavender pada warna-warna Playful dapat membangkitkan semangat untuk membentuk ruang yang mampu menyuburkan energi kreatif.

Terakhir Cherish, yang dicirikan oleh warna-warna menenangkan dan menyenangkan. Warna-warna Cherish mampu menciptakan ruang yang hangat, seperti menyelimuti, dan terasa aman. Saat dikombinasikan dengan tekstil lapang dan permukaan lembut, palet menghasilkan suasana tenang yang memberi Anda ruang untuk terhubung kembali.

Baca Juga: Angkat Keunikan Kain Tenun Suku Baduy, Nina Nugroho Hadirkan Koleksi Janggawari

Ketiga palet tersebut mencerminkan kecenderungan kontemporer dalam desain interior. Saat Anda menggabungkan warna dari palet yang sama, Anda bakal mendapatkan tampilan yang holistik dan bergaya.

"Pilihan warna kami selalu bersifat pribadi dan yang paling penting adalah, Anda memilih warna yang Anda tahu akan memberi Anda kegembiraan. Gunakan warna untuk menciptakan suasana hati yang Anda impikan. Pilihan ada di tangan Anda," tutup Lisbeth Larsen.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meja Sintered Stone...
Meja Sintered Stone 5 Meter Pecahkan Rekor MURI, Bukti Kemewahan Interior Modern
Mengintip Keindahan...
Mengintip Keindahan Batu Alam Marmer, Bikin Interior Terasa Glamor
Interior Series IN16,...
Interior Series IN16, Inovasi Terbaru TOSTEM Menghubungkan Ruang Hidup
Produk Interior dan...
Produk Interior dan Eksterior Bangunan Ini Dibenami Teknologi Inovatif Terbaru, Simak Keunggulannya
Hadir di IndoBuildTech...
Hadir di IndoBuildTech Expo 2024, Blum Indonesia dan Lexica Perkenalkan Furniture Fittings Terbaru
Sistem Infinito dari...
Sistem Infinito dari Asian Paints Tawarkan Solusi Perawatan Dinding Rumah di Indonesia
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Hyundai Memproduksi...
Hyundai Memproduksi Kulit Sintentis dari Tumbuhan Mirip dengan Aslinya
Bidik Potensi Pasar...
Bidik Potensi Pasar Indonesia, Takara Standard Ramaikan Indo Build Tech
Rekomendasi
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Berita Terkini
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Band Perunggu Bongkar...
Band Perunggu Bongkar Alasan Resign dari Pekerjaan Kantoran, Utamakan Keluarga dan Musik
Rahasia Mudah Booyah...
Rahasia Mudah Booyah di Free Fire, Ini 10 Tips dari Kreator Konten Falintino
Keluarganya Diduga Jadi...
Keluarganya Diduga Jadi Target Santet, Driver Ojol Ini Syok saat Putrinya Tiba-Tiba Menghilang!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved