Santri Digitalpreneur, Upaya Kemenparekraf Kembangkan Ekraf Pondok Pesantren
Kamis, 25 November 2021 - 17:05 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk industri pariwisata dan kreatif. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk industri pariwisata dan kreatif . Berbagai inisiatif dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memulihkan sektor parekraf.
Salah satu di antaranya lewat bantuan insentif pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak paling berat.
Hingga paruh pertama 2020, industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp85 triliun, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun.
Baca juga: Ini 5 Langkah Mudah agar Anda Tetap Tampak Awet Muda
Sebagian besar sektor kreatif juga terkena dampak yang sangat berat. Dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional, Kemenparekraf juga meningkatkan berbagai program edukasi yang mendorong kewirausahaan.
Salah satu program yang digalakkan adalah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif mereka melalui digitalisasi.
Salah satu di antaranya lewat bantuan insentif pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak paling berat.
Hingga paruh pertama 2020, industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp85 triliun, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun.
Baca juga: Ini 5 Langkah Mudah agar Anda Tetap Tampak Awet Muda
Sebagian besar sektor kreatif juga terkena dampak yang sangat berat. Dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional, Kemenparekraf juga meningkatkan berbagai program edukasi yang mendorong kewirausahaan.
Salah satu program yang digalakkan adalah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif mereka melalui digitalisasi.
Lihat Juga :