Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Kemenkes Siapkan 4 Jurus Jitu Ini
Selasa, 08 Februari 2022 - 09:34 WIB
loading...
Kasus Covid-19 di Indonesia terus melonjak. Untuk mengatasi kondisi ini, Kemenkes sudah mempersiapkan empat jurus jitu untuk menangani pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia terus melonjak. Untuk mengatasi kondisi ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mempersiapkan empat jurus jitu untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.
Adapun strategi pertama adalah deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi dan tes screening. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa atau Bhabinkamtibmas, surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus hingga penguatan surveilans di pintu masuk negara
Strategi kedua yaitu terapeutik. Di mana konversi TT 30 sampai 40 persen dari total kapasitas rumah sakit serta pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alat kesehatan, dan SDM. Mengerahkan tenaga cadangan yakni dokter internship, koas, serta mahasiswa tingkat akhir. Pengetatan syarat masuk rumah sakit, yakni saturasi dan 95 persen sesak napas.
Selanjutnya adalah diawasi oleh tenaga aparat atau relawan agar hanya kasus sedang, berat, dan kritis yang dirawat di rumah sakit dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat. Strategi ketiga Kemenkes untuk mengatasi pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi. Di mana alokasi vaksin 50 persen di daerah-daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi.
Baca Juga: Dokter Ungkap Gejala Varian Omicron saat Bangun Tidur, Waspada!
Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik, syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan dan di ruang atau fasilitas publik. Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, termasuk lansia dan komorbid. Adapun stategi terakhir adalah protokol kesehatan. Kemenkes akan mengimplementasi PPKM level 1-4 dan memanfaatkan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan.
Meski kasus positif Covid-19 harian yang bertambah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit relatif lebih sedikit. Pasien yang masuk ke rumah sakit pun cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala.
Adapun strategi pertama adalah deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi dan tes screening. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa atau Bhabinkamtibmas, surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus hingga penguatan surveilans di pintu masuk negara
Strategi kedua yaitu terapeutik. Di mana konversi TT 30 sampai 40 persen dari total kapasitas rumah sakit serta pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alat kesehatan, dan SDM. Mengerahkan tenaga cadangan yakni dokter internship, koas, serta mahasiswa tingkat akhir. Pengetatan syarat masuk rumah sakit, yakni saturasi dan 95 persen sesak napas.
Selanjutnya adalah diawasi oleh tenaga aparat atau relawan agar hanya kasus sedang, berat, dan kritis yang dirawat di rumah sakit dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat. Strategi ketiga Kemenkes untuk mengatasi pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi. Di mana alokasi vaksin 50 persen di daerah-daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi.
Baca Juga: Dokter Ungkap Gejala Varian Omicron saat Bangun Tidur, Waspada!
Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik, syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan dan di ruang atau fasilitas publik. Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, termasuk lansia dan komorbid. Adapun stategi terakhir adalah protokol kesehatan. Kemenkes akan mengimplementasi PPKM level 1-4 dan memanfaatkan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan.
Meski kasus positif Covid-19 harian yang bertambah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit relatif lebih sedikit. Pasien yang masuk ke rumah sakit pun cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala.
Lihat Juga :