Ibu Hamil yang Divaksin Covid-19 Turunkan Perlindungan ke Bayi yang Dikandung

Kamis, 17 Februari 2022 - 00:33 WIB
loading...
Ibu Hamil yang Divaksin Covid-19 Turunkan Perlindungan ke Bayi yang Dikandung
Seorang ibu yang menerima vaksinasi Covid-19 saat sedang hamil dapat menurunkan perlindungan kepada bayi yang dikandung. / Foto: ilustrasi/medpage today
A A A
JAKARTA - Seorang ibu yang menerima vaksinasi Covid-19 saat sedang hamil dapat menurunkan perlindungan kepada bayi yang dikandung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menemukan hal tersebut dalam penelitiannya yang dirilis 15 Februari 2022.

Mengutip NBC News, Rabu (16/2/2022), ibu hamil yang menerima vaksin Covid-19 saat hamil bisa memberikan perlindungan kekebalan kepada bayi mereka yang baru lahir.

Baca juga: Dorce Gamalama Positif Covid-19 Komorbid Diabetes, Perparah Kondisi Kesehatannya

"Peluang bayi umur 6 bulan atau di bawah 6 bulan sampai dirawat di rumah sakit karena infeksi Covid-19, 61 persen lebih rendah jika sang ibu telah disuntik vaksin Pfizer atau Moderna saat hamil," ungkap Dr. Dana Meaney-Delman dari CDC.

Kabar baik tersebut merupakan hasil studi penelitian dari para peneliti yang mempelajari bayi baru lahir di 20 rumah sakit anak di 17 negara bagian, mulai dari periode mulai 1 Juli 2021 hingga 17 Januari 2022.

Hasil penelitian menunjukkan, 84 persen bayi yang dirawat di rumah sakit dengan terinfeksi Covid-19 lahir dari ibu yang tidak divaksinasi.

Penelitian ini diketahui melibatkan 43 bayi positif Covid-19 yang dirawat di ICU, dan mendapati bahwa 88 persen di antaranya lahir dari ibu yang tidak divaksinasi sebelum melahirkan.

Merujuk pada hasil studi penelitian di atas, Dr. Dana Meaney mengingatkan betapa pentingnya mendapatkan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

"Intinya adalah bahwa vaksinasi Covid-19 pada ibu adalah cara yang sangat penting untuk membantu melindungi anak-anak ini. Ini sangat penting, mengingat vaksinasi pada kelompok usia ini masih sangat jauh," jelas dia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3669 seconds (11.210#12.26)