WHO Sebut Pandemi Covid-19 Akan Berakhir pada 2022
Rabu, 02 Maret 2022 - 21:43 WIB
loading...
WHO di Rusia mengatakan jika tidak ada lagi wabah besar Covid-19 setelah Omicron, pandemi akan berakhir pada 2022. Namun, tidak berarti virus hilang sepenuhnya. Foto/Times of India
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Rusia mengatakan bahwa jika tidak ada lagi wabah besar Covid-19 setelah Omicron , pandemi mungkin akan berakhir pada 2022. Namun, itu tidak berarti virus itu akan hilang sepenuhnya.
"Sulit untuk membuat prediksi saat ini tetapi kami berharap jika tidak ada hal lain yang terjadi, pandemi dapat berakhir pada 2022. Apa artinya berakhirnya pandemi? Artinya tidak akan ada wabah besar, tetapi bukan berarti virusnya akan hilang," kata Melita Vujnovic.
"Sejumlah besar kasus menunjukkan virus mampu bermutasi sehingga kami tidak tahu bagaimana situasinya akan berkembang. Namun, ada optimisme hati-hati bahwa wabah besar akan berakhir begitu Omicron menyebar ke seluruh dunia," sambungnya.
Dilansir dari Times of India, Rabu (2/3/2022) menurut Vujnovic, WHO mencoba memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun hal tersebut sulit karena negara-negara mengubah strategi tes mereka.
Baca Juga: Omicron Disebut-sebut Akan Jadi The Last Covid-19, Ini Penjelasan Ahli
">
"Sulit untuk membuat prediksi saat ini tetapi kami berharap jika tidak ada hal lain yang terjadi, pandemi dapat berakhir pada 2022. Apa artinya berakhirnya pandemi? Artinya tidak akan ada wabah besar, tetapi bukan berarti virusnya akan hilang," kata Melita Vujnovic.
"Sejumlah besar kasus menunjukkan virus mampu bermutasi sehingga kami tidak tahu bagaimana situasinya akan berkembang. Namun, ada optimisme hati-hati bahwa wabah besar akan berakhir begitu Omicron menyebar ke seluruh dunia," sambungnya.
Dilansir dari Times of India, Rabu (2/3/2022) menurut Vujnovic, WHO mencoba memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun hal tersebut sulit karena negara-negara mengubah strategi tes mereka.
Baca Juga: Omicron Disebut-sebut Akan Jadi The Last Covid-19, Ini Penjelasan Ahli