Minyak Goreng Langka, Momentum Beralih ke Pola Hidup Sehat
Senin, 07 Maret 2022 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Prof Ari, dokter spesialis penyakit dalam, dr RA Adaninggar pun menyampaikan, minyak goreng sebagai salah satu sumber lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Karena itu, konsumsi makanan yang digoreng pun perlu dibatasi.
"Minyak goreng ini kan juga salah satu sumber lemak jenuh, lemak yang cukup berbahaya untuk tubuh. Sebenarnya kita dalam sehari itu ada batasannya untuk konsumsi minyak goreng," tutur dokter yang akrab disapa Ning itu.
Apabila kandungan lemak jenuh dalam minyak goreng tinggi, dikhawatirkan akan meningkatkan kadar kolesterol buruk dalam darah yang disebut low-density lipoprotein (LDL). Efeknya adalah meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung koroner.
Baca Juga: 5 Negara dengan Diabetes Tertinggi di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Mengutip anjuran Kementerian Kesehatan mengenai pola hidup sehat, salah satunya dengan memerhatikan asupan lemak yang hanya 67 gram atau setara lima sendok makan per hari untuk setiap orang.
"Minyak goreng ini kan juga salah satu sumber lemak jenuh, lemak yang cukup berbahaya untuk tubuh. Sebenarnya kita dalam sehari itu ada batasannya untuk konsumsi minyak goreng," tutur dokter yang akrab disapa Ning itu.
Apabila kandungan lemak jenuh dalam minyak goreng tinggi, dikhawatirkan akan meningkatkan kadar kolesterol buruk dalam darah yang disebut low-density lipoprotein (LDL). Efeknya adalah meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung koroner.
Baca Juga: 5 Negara dengan Diabetes Tertinggi di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Mengutip anjuran Kementerian Kesehatan mengenai pola hidup sehat, salah satunya dengan memerhatikan asupan lemak yang hanya 67 gram atau setara lima sendok makan per hari untuk setiap orang.
Lihat Juga :