Kisah Desa Fucking di Austria, Lelah Jadi Bahan Ejekan Akhirnya Ganti Nama
Rabu, 09 Maret 2022 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Ejaan nama berkembang selama bertahun-tahun. Pada 1070 namanya berubah menjadi Vucchingen. Lalu pada 1303, nama tersebut berubah ejaan menjadi Fukching. Kemudian pada 1532 berubah menjadi Fugkhing, dan kemudian pada abad ke-18 berubah menjadi Fucking yang terus bertahan hingga 2020. Akhiran "-ing" adalah sufiks Jermanik kuno sehingga Fucking berarti "(tempat) orang-orang Focko".
Selama ini banyak turis berbahasa Inggris telah mampir untuk mengambil foto selfie di papan penunjuk jalan di pintu masuk desa. Mereka kadang-kadang melakukan pose mesum di papan penunjuk jalan itu untuk di-posting di media sosial.
Beberapa dari pengunjung bahkan dilaporkan telah mencuri rambu-rambu tersebut, sehingga pemerintah setempat menggunakan beton anti-pencurian saat memasang penggantinya.
Namun, pada akhirnya, mayoritas penduduk desa memutuskan bahwa berbagai ejekan itu sudah cukup.
Baca juga: 7 Artis Indonesia Pernah Jadi Guru, Nomor 3 dan 4 Dosen Universitas Indonesia
"Saya dapat memastikan bahwa desa itu diubah namanya," kata Andrea Holzner, Wali Kota Tarsdorf, kota tempat desa itu berada, seperti dikutip AFP, Rabu (9/3/2022).
Selama ini banyak turis berbahasa Inggris telah mampir untuk mengambil foto selfie di papan penunjuk jalan di pintu masuk desa. Mereka kadang-kadang melakukan pose mesum di papan penunjuk jalan itu untuk di-posting di media sosial.
Beberapa dari pengunjung bahkan dilaporkan telah mencuri rambu-rambu tersebut, sehingga pemerintah setempat menggunakan beton anti-pencurian saat memasang penggantinya.
Namun, pada akhirnya, mayoritas penduduk desa memutuskan bahwa berbagai ejekan itu sudah cukup.
Baca juga: 7 Artis Indonesia Pernah Jadi Guru, Nomor 3 dan 4 Dosen Universitas Indonesia
"Saya dapat memastikan bahwa desa itu diubah namanya," kata Andrea Holzner, Wali Kota Tarsdorf, kota tempat desa itu berada, seperti dikutip AFP, Rabu (9/3/2022).
(nug)
Lihat Juga :