Deddy Corbuzier Ungkap 6 Ciri-Ciri Crazy Rich Palsu, Nomor 5 Mengejutkan
Jum'at, 11 Maret 2022 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan di China ada pula tagihan palsu yang sengaja dibuat untuk flexing atau pamer di media sosial. Bukan tanpa alasan, tujuannya untuk mengangkat kelas para crazy rich palsu agar terlihat hidup mewah di depan publik.
"Gua nggak tahu itu uang asli atau nggak, tapi mereka sudah prepare dan ini nggak mahal," ujar Tom.
3. Butuh Validasi
Crazy rich palsu sangat membutuhkan validasi dari orang lain. Oleh karena itu, mereka kerap memperlihatkan kekayaan mereka terus-menerus di media sosial. Bukan tanpa alasan, mereka ingin mendapatkan hak layaknya orang kaya sesungguhnya. Validasi ini tentu diharapkan bisa mengangkat derajat dan kelas mereka.
"Mereka itu butuh satu afirmasi bahwa gua kaya. Ketika dapat validasi, pasarnya nomer satu kita ini hidup untuk validasi," terang Tom.
Baca Juga: 3 Tahun Mualaf, Deddy Corbuzier Tak Mau Paksa Azka Masuk Islam
4. Mentoring Palsu
Crazy rich palsu tak hanya berbicara tentang uang, tapi juga menasehati orang-orang tentang cara mendapatkan uang hingga menjadi orang kaya. Sasaran mereka adalah anak muda dan pura-pura menjadi seorang mentor. Dalam seminarnya akan ada banyak orang yang belajar tentang cara memanipulasi orang yang bertujuan untuk menambah kekayaan diri sendiri.
Para orang kaya palsu ini akan melakukan flexing di media sosial tentang pencapaiannya. Tidak hanya berupa kemewahan, tapi juga foto dengan orang-orang terkenal. Tujuannya untuk meyakinkan orang-orang bahwa orang terkenal tersebut telah bergabung dengan bisnisnya. Bahkan, foto-foto itu dimasukkan ke dalam website mereka demi menggaet minat anak-anak muda yang ingin kaya.
"Mereka bukan hanya omongin tentang uang tetapi menasihati orang tentang uang. Itu bisa menjadi bisnis masuk ke trading, masuk ke ini, jualan seminar. Mereka banyak sekali yang belajar linguistic how to manipulate people. Kalau ini untuk memperkaya diri sendiri ini ngeri," papar Tom.
"Gua nggak tahu itu uang asli atau nggak, tapi mereka sudah prepare dan ini nggak mahal," ujar Tom.
3. Butuh Validasi
Crazy rich palsu sangat membutuhkan validasi dari orang lain. Oleh karena itu, mereka kerap memperlihatkan kekayaan mereka terus-menerus di media sosial. Bukan tanpa alasan, mereka ingin mendapatkan hak layaknya orang kaya sesungguhnya. Validasi ini tentu diharapkan bisa mengangkat derajat dan kelas mereka.
"Mereka itu butuh satu afirmasi bahwa gua kaya. Ketika dapat validasi, pasarnya nomer satu kita ini hidup untuk validasi," terang Tom.
Baca Juga: 3 Tahun Mualaf, Deddy Corbuzier Tak Mau Paksa Azka Masuk Islam
4. Mentoring Palsu
Crazy rich palsu tak hanya berbicara tentang uang, tapi juga menasehati orang-orang tentang cara mendapatkan uang hingga menjadi orang kaya. Sasaran mereka adalah anak muda dan pura-pura menjadi seorang mentor. Dalam seminarnya akan ada banyak orang yang belajar tentang cara memanipulasi orang yang bertujuan untuk menambah kekayaan diri sendiri.
Para orang kaya palsu ini akan melakukan flexing di media sosial tentang pencapaiannya. Tidak hanya berupa kemewahan, tapi juga foto dengan orang-orang terkenal. Tujuannya untuk meyakinkan orang-orang bahwa orang terkenal tersebut telah bergabung dengan bisnisnya. Bahkan, foto-foto itu dimasukkan ke dalam website mereka demi menggaet minat anak-anak muda yang ingin kaya.
"Mereka bukan hanya omongin tentang uang tetapi menasihati orang tentang uang. Itu bisa menjadi bisnis masuk ke trading, masuk ke ini, jualan seminar. Mereka banyak sekali yang belajar linguistic how to manipulate people. Kalau ini untuk memperkaya diri sendiri ini ngeri," papar Tom.
Lihat Juga :