Palmyra Atoll, Pulau Berhantu yang Penuh Kejadian Mistis
Sabtu, 26 Maret 2022 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada 1816, sebuah kapal bajak laut Spanyol bernama Esperanza, dilaporkan memuat harta karun Inca yang dijarah dari Peru terdampar. Mereka menghabiskan 1 tahun dengan susah payah untuk bertahan hidup di pulau itu, sebelum memutuskan untuk mengubur harta mereka dan mencoba melarikan diri. Dari dua rakit darurat yang mereka buat, satu dijemput oleh kapal penangkap ikan paus yang lewat.
![Palmyra Atoll, Pulau Berhantu yang Penuh Kejadian Mistis]()
Dilansir dari The Culture Trip, Sabtu (26/3/2022) namun, satu rakit dikabarkan meninggal tak lama setelah penyelamatannya, karena mengidap pneumonia yang parah. Sedangkan rakit kedua tidak pernah terlihat lagi. Selama abad ke-19, serangkaian pertempuran hukum yang agak sengit terjadi atas kepemilikan pulau itu. Atol melewati beberapa tangan sebelum Amerika Serikat diberikan kepemilikan.
Selama Perang Dunia Kedua, angkatan laut AS menduduki pulau itu meskipun kehadiran mereka tidak banyak membantu untuk mengusir roh jahat di sana. Sejumlah kejadian aneh dan tak bisa dijelaskan terus menimpa Palmyra. Contohnya, pesawat patroli benar-benar jatuh dari langit saat melewati pulau itu.
![Palmyra Atoll, Pulau Berhantu yang Penuh Kejadian Mistis]()
Baca Juga: Viral! Peta di Busan Tampilkan Lokasi Rumah Nenek Jungkook BTS sebagai Obyek Wisata, Dicekam Warga
Tim penyelamat tidak menemukan jejak pesawat, atau awak. Lainnya, sebuah pesawat terbang keluar jalur setelah lepas landas dan menghilang begitu saja dari radar. Pesawat tersebut tidak pernah terlihat lagi. Ada kerusuhan di antara para pelaut. Depresi dan stres merajalela, perkelahian sering terjadi, bahkan ada pembunuhan dan sejumlah kasus bunuh diri yang mencurigakan.
Tapi dari semua kejadian aneh ini, yang paling terkenal adalah Malcolm dan Eleanor Graham. Pasangan itu berlayar pada 1974. Mereka berencana tinggal di Palmyra selama beberapa tahun sebelum melanjutkan perjalanan. Tragisnya mereka tidak pernah meninggalkan pulau itu. Beberapa bulan setelah meninggalkan Amerika, teman-teman Graham khawatir karena kehilangan kontak dengan pasangan itu.

Dilansir dari The Culture Trip, Sabtu (26/3/2022) namun, satu rakit dikabarkan meninggal tak lama setelah penyelamatannya, karena mengidap pneumonia yang parah. Sedangkan rakit kedua tidak pernah terlihat lagi. Selama abad ke-19, serangkaian pertempuran hukum yang agak sengit terjadi atas kepemilikan pulau itu. Atol melewati beberapa tangan sebelum Amerika Serikat diberikan kepemilikan.
Selama Perang Dunia Kedua, angkatan laut AS menduduki pulau itu meskipun kehadiran mereka tidak banyak membantu untuk mengusir roh jahat di sana. Sejumlah kejadian aneh dan tak bisa dijelaskan terus menimpa Palmyra. Contohnya, pesawat patroli benar-benar jatuh dari langit saat melewati pulau itu.

Baca Juga: Viral! Peta di Busan Tampilkan Lokasi Rumah Nenek Jungkook BTS sebagai Obyek Wisata, Dicekam Warga
Tim penyelamat tidak menemukan jejak pesawat, atau awak. Lainnya, sebuah pesawat terbang keluar jalur setelah lepas landas dan menghilang begitu saja dari radar. Pesawat tersebut tidak pernah terlihat lagi. Ada kerusuhan di antara para pelaut. Depresi dan stres merajalela, perkelahian sering terjadi, bahkan ada pembunuhan dan sejumlah kasus bunuh diri yang mencurigakan.
Tapi dari semua kejadian aneh ini, yang paling terkenal adalah Malcolm dan Eleanor Graham. Pasangan itu berlayar pada 1974. Mereka berencana tinggal di Palmyra selama beberapa tahun sebelum melanjutkan perjalanan. Tragisnya mereka tidak pernah meninggalkan pulau itu. Beberapa bulan setelah meninggalkan Amerika, teman-teman Graham khawatir karena kehilangan kontak dengan pasangan itu.
Lihat Juga :