Dipicu Unggahan Fauzi Baadila, Pemerhati Perempuan Minta Publik Buang Stigma Negatif Janda

Jum'at, 19 Juni 2020 - 10:30 WIB
loading...
Dipicu Unggahan Fauzi...
Banyak janda memilih disebut orangtua tunggal karena takut dipandang oleh masyarakat luas secara negatif. Foto Ilustrasi/Role Reboot
A A A
JAKARTA - Postingan Fauzi Baadila di media sosial yang menaruh kata "janda" sebagai kata teratas yang mengganggu hidupnya mengusik para wanita yang tergabung dalam sebuah komunitas. Mereka menilai Fauzi telah mendiskreditkan perempuan yang berstatus janda.

Menurut Praktisi Humas yang juga pendiri komunitas #SaveJanda Myrna Soeryo, sebagai figur publik yang memiliki 417.000 pengikut di Instagram, unggahan Fauzi itu bakal menciptakan stigma negatif terhadap kata "janda". Sebab, tidak semua janda berperilaku genit dan menggoda, seperti tertera dalam unggahan Fauzi.

Dipicu Unggahan Fauzi Baadila, Pemerhati Perempuan Minta Publik Buang Stigma Negatif Janda

(Unggahan di akun IG @fauzibaadila_)

"Sangat memprihatinkan jika seorang public figure menuliskan kalimat yang justru semakin menguatkan stigma negatif janda. Padahal janda hanya sebuah status yang bisa menimpa siapa saja seperti halnya duda," kata Myrna melalui keterangan tertulis. (Baca Juga: Anak Temperamen Berpotensi Tumbuhkan Kebiasaan Makan Tidak Sehat )

Myrna menambahkan, berdasarkan data di mesin pencarian Google, dalam waktu hanya 0,49 detik, ada 31.800.000 pencarian untuk kata "janda".

"Suatu angka pencarian yang fantastis sehingga membuat banyak artikel di media daring menggunakan kata "janda" sebagai judul artikel," lanjut Myrna.

Tak hanya itu, ujar Myrna, di dunia pemasaran juga banyak kata "janda" dipakai hanya untuk mendatangkan pelanggan dan mengundang rasa ingin tahu orang pada produk ataupun jasa tertentu. Seperti beberapa usaha kuliner yang menulis kata "janda" sebagai merek usaha, atau perusahaan properti yang pernah mencantumkan kata tersebut sebagai akronim hadiah-hadiah yang akan diberikan pengembang.

Lebih jauh Myrna mengatakan, kata "janda genit", "janda gatal", atau "janda perebut laki orang" hanyalah sebagian kata yang kerap kita dengar mengenai status janda. Padahal menurut Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) 2019, terdapat 485.223 janda cerai baru. Hal ini berarti ada 485.223 janda yang bisa mendapat stigma negatif atas status baru mereka.

Sementara itu, politisi pemerhati isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Firliana Purwanti mengatakan, korban perempuan Kekerasan dalam Rumah Tangga ( KDRT ), 70%-nya memilih kembali ke pernikahan toksik mereka. Mereka memilih kembali berada di lingkaran setan tersebut dengan alasan ekonomi, anak, termasuk karena takut diberi label baru yaitu janda.

"Banyak janda yang akhirnya memilih disebut orangtua tunggal atau menyembunyikan status barunya, karena takut dipandang oleh masyarakat luas secara negatif," katanya. (Baca Juga: Solusi Mencari Sekolah yang Tepat Selama Pandemi )

"Sebenarnya sangatlah salah pandangan yang menganggap bahwa janda cerai kurang terhormat daripada janda yang ditinggal meninggal oleh suami. Justru para janda cerai harus memberikan apresiasi kepada diri sendiri karena berhasil dan berani keluar dari pernikahan toksik atau pernikahan yang kurang menyenangkan," lanjut Firliana.

Di sisi lain, faktanya ada banyak janda yang sukses meniti karier atau membangun kerajaan bisnis. Misalkan Jamie Chua dari Singapura dan MacKenzie Bezos, salah satu pemegang saham Amazon yang juga penulis buku.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Larissa Chou Gugat Cerai...
Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Akhiri Pernikahan yang Dibina Sejak 2023
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Perceraian di Jakarta...
Perceraian di Jakarta Tembus 1.881 Kasus, Dina Masyusin Dorong Perda Pembangunan Keluarga
Rekomendasi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Berita Terkini
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Gandeng Fuji, Bella...
Gandeng Fuji, Bella Shofie Ajak Emak-Emak Melek Digital dan Mandiri Secara Finansial
Sukses Lewat Cerita...
Sukses Lewat 'Cerita Lila', SHOW Bersiap Dukung Deretan Film Indonesia Go International
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved