Waspada! China Temukan Varian Baru Covid-19 BA.2.3
Selasa, 26 April 2022 - 17:40 WIB
loading...
China dilaporkan kembali menemukan varian baru Covid-19 yang diberi nama BA.2.3. BA.2.3 merupakan varian turunan mutasi BA.2 Omicron yang berevolusi. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - China dilaporkan kembali menemukan varian baru Covid-19 yang diberi nama BA.2.3. Ditemukan pertama kali di Yantai Provinsi Shandong, China, BA.2.3 merupakan varian turunan mutasi BA.2 Omicron yang berevolusi.
Pengurutan genetik menunjukkan bahwa 16 kasus yang dilaporkan memiliki rantai penularan yang sama, yang disebabkan oleh varian yang berevolusi ini. Varian baru ini juga terbukti lebih menular dengan masa inkubasi yang lebih singkat.
Yantai melaporkan 36 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, bersama dengan 34 pembawa virus tidak terdeteksi. Kota ini telah mencatat peningkatan jumlah kasus dalam beberapa hari terakhir.
Ahli imunologi mengatakan kepada Global Times bahwa munculnya varian BA.2.3 di China diperkirakan tidak akan membuat perbedaan besar dalam perang epidemi di negara itu. Kemungkinan besar galur ini didatangkan dari luar daratan.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Dosis 2 Capai 78 Persen, Epidemiologi: Tak Perlu Tes Antigen untuk Perjalanan Domestik
Pengurutan genetik menunjukkan bahwa 16 kasus yang dilaporkan memiliki rantai penularan yang sama, yang disebabkan oleh varian yang berevolusi ini. Varian baru ini juga terbukti lebih menular dengan masa inkubasi yang lebih singkat.
Yantai melaporkan 36 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, bersama dengan 34 pembawa virus tidak terdeteksi. Kota ini telah mencatat peningkatan jumlah kasus dalam beberapa hari terakhir.
Ahli imunologi mengatakan kepada Global Times bahwa munculnya varian BA.2.3 di China diperkirakan tidak akan membuat perbedaan besar dalam perang epidemi di negara itu. Kemungkinan besar galur ini didatangkan dari luar daratan.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Dosis 2 Capai 78 Persen, Epidemiologi: Tak Perlu Tes Antigen untuk Perjalanan Domestik
"Namun, karena mutasinya bukan perubahan signifikan dari galur pendahulunya, itu tidak diharapkan berdampak pada situasi epidemi secara keseluruhan dan langkah-langkah pencegahan di China,” kata Zhuang Shilihe, ahli imunologi yang berbasis di Guangzhou dilansir dari dilansir Global Times, Selasa (26/4/2022).
Data saat ini tidak menunjukkan bukti perubahan signifikan dalam daya menular dan kapasitas kekebalan tubuh BA.2.3. Namun, semakin banyak kasus telah dilaporkan di beberapa negara.