Ahli Jabarkan Alasan Sepeda Berkelompok di Masa Pandemi Tak Dianjurkan
Senin, 22 Juni 2020 - 13:27 WIB
loading...
Warga bersepeda menikmati hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di kawasan Semanggi, Jakarta, Minggu (21/6). Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Minat bersepeda saat pandemi COVID-19 semakin meningkat. Hal itu setidaknya terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang meluangkan waktu untuk berolahraga sepeda dalam Car Free Day (CFD) di Jakarta, kemarin (21/6).
Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan momen CFD untuk bersepeda bahkan sempat membuat suasana jalan di pusat Ibukota tampak sangat ramai. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, selama pandemi COVID-19 masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal 1 meter untuk memutus rantai penularan virus corona baru.
Lantas, seberapa amankah bersepeda di luar rumah? (Baca Juga: 5 Tips Aman Berolahraga di Masa New Normal )
Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan, bersepeda selama pandemi COVID-19 baik dilakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, olahraga di tempat umum dan berkelompok hingga saat ini belum direkomendasikan karena berisiko tinggi menjadi sumber penularan COVID-19.
"Car Free Day terus bareng-bareng, group cycling segala macam, ketika kita ikut grup sepeda, pleton, saat ini masih belum direkomendasikan. Yang direkomendasikan adalah sepedaan sendiri di rumah atau sepeda keluar tapi sendiri dengan tetap memakai proteksi. Atau, bersama anggota keluarga saja," papar dr. Andi saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/6).
Bersepeda secara berkelompok dan di tempat umum seperti dalam CFD di Jakarta kemarin, kemungkinan besar membuat masyarakat mengabaikan physical distancing dengan orang lain. Karena itu, dr. Andi menyarankan kita untuk berolahraga bersama anggota keluarga yang diketahui pasti kondisi kesehatannya.
"Karena saat pandemi yang bisa kita percaya itu anggota keluarga yang bebas dari corona. Tapi orang lain, anggota komunitas, itu ibaratnya masih jangan terlalu percaya. Kita nggak tahu kesehatan mereka seperti apa. Iya (bersepeda) membuat happy, tapi jangan bersepeda sambil foto-foto, kumpul-kumpul di kafe segala macam. Berarti physical distancing-nya gagal," kata dr. Andi.
Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan momen CFD untuk bersepeda bahkan sempat membuat suasana jalan di pusat Ibukota tampak sangat ramai. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, selama pandemi COVID-19 masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak minimal 1 meter untuk memutus rantai penularan virus corona baru.
Lantas, seberapa amankah bersepeda di luar rumah? (Baca Juga: 5 Tips Aman Berolahraga di Masa New Normal )
Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan, bersepeda selama pandemi COVID-19 baik dilakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, olahraga di tempat umum dan berkelompok hingga saat ini belum direkomendasikan karena berisiko tinggi menjadi sumber penularan COVID-19.
"Car Free Day terus bareng-bareng, group cycling segala macam, ketika kita ikut grup sepeda, pleton, saat ini masih belum direkomendasikan. Yang direkomendasikan adalah sepedaan sendiri di rumah atau sepeda keluar tapi sendiri dengan tetap memakai proteksi. Atau, bersama anggota keluarga saja," papar dr. Andi saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/6).
Bersepeda secara berkelompok dan di tempat umum seperti dalam CFD di Jakarta kemarin, kemungkinan besar membuat masyarakat mengabaikan physical distancing dengan orang lain. Karena itu, dr. Andi menyarankan kita untuk berolahraga bersama anggota keluarga yang diketahui pasti kondisi kesehatannya.
"Karena saat pandemi yang bisa kita percaya itu anggota keluarga yang bebas dari corona. Tapi orang lain, anggota komunitas, itu ibaratnya masih jangan terlalu percaya. Kita nggak tahu kesehatan mereka seperti apa. Iya (bersepeda) membuat happy, tapi jangan bersepeda sambil foto-foto, kumpul-kumpul di kafe segala macam. Berarti physical distancing-nya gagal," kata dr. Andi.
Lihat Juga :