Apakah Bakal Ada Vaksin Booster ke 2? Ini Kata Dokter Reisa

Kamis, 23 Juni 2022 - 10:49 WIB
loading...
Apakah Bakal Ada Vaksin Booster ke 2? Ini Kata Dokter Reisa
Menurut Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sejauh ini, booster yang ada dikatakan masih baik dalam meningkatkan imunitas. Foto/Dok.Sindonews
A A A
JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 hingga saat ini menjadi upaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) masyarakat Indonesia. Namun untuk vaksinsi booster kedua, hal itu masih belum bisa dipastikan.

Menurut Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sejauh ini, booster yang ada dikatakan masih baik dalam meningkatkan imunitas.

"Kita masih menunggu berdasarkan penelitian setelah imunitas dosis ketiga akankah lebih panjang lagi bertahannya ya bisa saja," ujar dr Reisa dalam Siaran Sehat dikutip Kamis (23/6/2022).

BacaJuga: Vaksin Booster Gratis Keputusan Bijak

Reisa menjelaskan bahwa imunitas di dalam tubuh bisa menurun bahkan menghilang, 6 bulan setelah divaksinasi Covid-19. Sehingga membutuhkan dosis ketiga (booster) untuk meningkatkan kembali imunitas.

Dia pun meminta agar masyarakat segera melakukan booster. Sebab terbukti bisa mengurangi dampak buruk bila terinfeksi Covid-19, seperti perawatan di Rumah Sakit hingga kematian.

"Jadi memang ada tata caranya, mekanisme timbul antibody dalam tubuh itu ada waktunya. Sejauh ini kita ketahui selama 6 bulan dari dosis lengkap vaksin maka imunitas kita akan turun perlahan bisa saja suatu saat akan hilang," jelasnya.



Sejauh ini, dia menyampaikan masih ada 29 Provinsi masih di bawah angka 30% dalam capaian vaksinasi booster di Indonesia. Baru hanya ada satu Provinsi yaitu Bali telah mencapai 60% lebih.

Sementara untuk capaian vaksinasi dosis ketiga ini, yang sudah menyentuh 30 sampai 50% hanya ada empat Provinsi yakni DKI Jakarta 49.54%, Jawa Barat 34.71% dan Kepulauan Riau 43.84% serta Yogyakarta 34.52%.

Di luar dari keempat Provinsi tersebut selebihnya, masih di bawah 30%, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sebagainya.
(hri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1790 seconds (10.101#12.26)