Bukan Varian Delta, BA.4 dan BA.5 Ternyata Keturunan BA.2 dari Omicron

Kamis, 23 Juni 2022 - 19:11 WIB
loading...
Bukan Varian Delta,...
Subvarian BA.4 dan BA.5 menjadi perhatian banyak pihak lantaran menyebabkan lonjakan kasus di banyak negara, termasuk Indonesia. / Foto:.ilustrasi/The Conversation
A A A
JAKARTA - Menjadi penyebab lonjakan kasus di banyak negara, termasuk Indonesia, subvarian BA.4 dan BA.5 menjadi perhatian banyak pihak.

Hingga kini, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia sebanyak 143 kasus, sedangkan kenaikan kasus positif Covid-19 per 22 Juni 2022 nyaris 2.000 kasus.

BA.4 dan BA.5 sendiri dianggap tidak menyebabkan gejala serius pada kebanyakan kasus. Pasien BA.4 dan BA.5 yang harus mendapat penanganan rumah sakit dikatakan kurang dari 10 persen dari total kasus yang dilaporkan.

Baca juga: Ampuh Atasi Masalah Kulit, Amankah Retinol Dipakai Setiap Hari?

Sebetulnya, dari mana sih BA.4 dan BA.5 muncul? Banyak informasi yang beredar kalau BA.4 dan BA.5 ini merupakan keturunan Omicron.

Namun, secara lebih detail Pakar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof. Amin Soebandrio menerangkan jika BA.4 dan BA.5 ini turunannya BA.2 varian Omicron.

"BA.4 dan BA.5 yang sekarang lagi jadi sorotan itu merupakan anak dari BA.2 yang mana BA.2 ini anak Omicron," tutur Prof. Amin di webinar PB IDI, Kamis (23/6/2022).

Dia menegaskan jika Omicron bukan turunan Delta. Keduanya adalah mutasi Covid-19 yang tidak saling berkaitan. Namun, karena mutasi yang 'ajaib', BA.4 dan BA.5 memiliki karakter yang dipunyai Delta, dan itu tidak dimiliki BA.2 si pendahulunya.

"Karena mutasi yang unik, ditemukan L452 pada BA.4 dan BA.5 yang ada juga di Delta. Tapi, di BA.2 tidak ada mutasi tersebut. Begitu juga dengan del 69-70 yang ada di BA.4 dan BA.5 tapi tidak ditemukan di BA.2," papar Prof. Amin.

Kemunculan BA.4 dan BA.5 sendiri tidak bersamaan. BA.4 ditemukan lebih dulu, baru kemudian disusul BA.5. Tapi, keduanya ditemukan di Afrika Selatan.

BA.4 kali pertama ditemukan pada 10 Januari 2022 di Limpopo, Afrika Selatan. Sementara itu, BA.5 pertama kali diidentifikasi pada 25 Februari 2022 di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan.

Karena berasal dari satu keluarga Omicron, makanya BA.4 dan BA.5 membawa karakter Omicron yang mudah menyebar di antara manusia. Nah, karena punya mutasi Delta yaitu L452, BA.4 dan BA.5 mudah menginfeksi tubuh manusia.

"Hanya butuh waktu 1-2 hari setelah tubuh terinfeksi BA.4 dan BA.5 gejala bisa muncul. Karena waktu inkubasi yang cepat, penyembuhannya pun bisa lebih cepat," ungkap Dokter Spesialis Paru, dr. Erlina Burhan, Sp.P.



"BA.4 dan BA.5 ini gampang sekali menempel di ACE2 yang menjadi 'rumah' mereka. Itu kenapa infeksi lebih gampang terjadi akibat dua virus ini," tambah Prof. Amin.

Luar biasanya lagi, BA.4 dan BA.5 punya kecenderungan mampu meloloskan diri dari imunitas tubuh. Artinya, sekalipun seseorang sudah pernah terinfeksi secara alami ataupun punya kekebalan berkat vaksinasi, imunitas yang terbentuk bisa dihalau BA.4 dan BA.5.

"Kasus BA.4 dan BA.5 bisa banyak sekali ditemukan, karena kebanyakan kasusnya itu tidak bergejala. Ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi tapi tidak merasa sakit, tetap berkeliaran dan menginfeksi orang lain," ujar Prof. Amin.

Untuk itu, dr. Erlina meminta kepada semua orang agar kembali mengetatkan masker. Sesuai dengan rekomendasi PB IDI, dr Erlina juga meminta agar pakai lagi masker sekalipun di luar ruangan.

Baca juga: 4 Artis Film China yang Di-blacklist Pemerintah Negaranya Sendiri, Nomor 2 Aktor Kungfu Legendaris

"Di situasi sekarang ini, pakai masker sekalipun berada di luar ruangan adalah pilihan yang bijak untuk menekan penyebaran virus," pungkas dr. Erlina.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Perketat Prokes! Ini...
Perketat Prokes! Ini Gejala-Gejala Varian Baru BA.4 dan BA.5
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved