School Lunch Program Jaring Lebih Banyak Pesantren untuk Perbaiki Gizi para Santri
Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
"Pada periode kali ini peserta webinar antusias untuk mendaftarkan pondok pesantrennya. Selanjutnya, kami bersama tim SLP dari IPB akan melakukan observasi dan seleksi untuk memilih 12 pondok pesantren yang sekiranya memenuhi semua persyaratan untuk mengimplementasikan SLP di pondok pesantren masing-masing,” kata Grant Senjaya.
Sementara itu, Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus Ketua Project SLP Dr. Rimbawan menerangkan, para santri dan tenaga pengajar di pondok pesantren dapat membaca buku panduan SLP yang sudah disusun untuk menerapkan program tersebut.
“Bersama Ajinomoto dan Kementerian Agama, kami menyusun panduan SLP menjadi tiga buku. Buku pertama berisikan modul edukasi gizi di pesantren yang bermanfaat untuk membekali tenaga pengajar pengetahuan dasar tentang gizi dan kesehatan untuk anak dan remaja. Buku kedua berisikan modul penyediaan makan bergizi seimbang di pesantren. Buku kedua ini bermanfaat bagi pengelola dan tim penyedia makan pesantren. Buku ketiga berisikan kumpulan resep dan pilihan aplikasi menu lezat bergizi seimbang,” papar Dr. Rimbawan.
“Sebelumnya kami memilih 6 pesantren sebagai pilot project, dan di tahun ini kami mengadakan sosialisasi program SLP ke lebih banyak pesantren. Berdasarkan pengamatan kami pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengalami banyak kemajuan, namun dalam hal pangan, gizi, dan kesehatan, masih belum mendapatkan perhatian yang proporsional. Pada umumnya siswa/i mondok di pesantren. Oleh karena itu, kami menilai jika kondisi pangan, gizi, dan kesehatan baik, akan sangat berdampak pada peningkatan capaian pembelajaran mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus Ketua Project SLP Dr. Rimbawan menerangkan, para santri dan tenaga pengajar di pondok pesantren dapat membaca buku panduan SLP yang sudah disusun untuk menerapkan program tersebut.
“Bersama Ajinomoto dan Kementerian Agama, kami menyusun panduan SLP menjadi tiga buku. Buku pertama berisikan modul edukasi gizi di pesantren yang bermanfaat untuk membekali tenaga pengajar pengetahuan dasar tentang gizi dan kesehatan untuk anak dan remaja. Buku kedua berisikan modul penyediaan makan bergizi seimbang di pesantren. Buku kedua ini bermanfaat bagi pengelola dan tim penyedia makan pesantren. Buku ketiga berisikan kumpulan resep dan pilihan aplikasi menu lezat bergizi seimbang,” papar Dr. Rimbawan.
“Sebelumnya kami memilih 6 pesantren sebagai pilot project, dan di tahun ini kami mengadakan sosialisasi program SLP ke lebih banyak pesantren. Berdasarkan pengamatan kami pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengalami banyak kemajuan, namun dalam hal pangan, gizi, dan kesehatan, masih belum mendapatkan perhatian yang proporsional. Pada umumnya siswa/i mondok di pesantren. Oleh karena itu, kami menilai jika kondisi pangan, gizi, dan kesehatan baik, akan sangat berdampak pada peningkatan capaian pembelajaran mereka,” pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :