Dokter Gizi Sebut Anak Stunting Berisiko Mengalami Penyakit Tidak Menular

Rabu, 25 Januari 2023 - 18:33 WIB
loading...
Dokter Gizi Sebut Anak Stunting Berisiko Mengalami Penyakit Tidak Menular
Stunting merupakan kondisi anak yang kekurangan gizi, dan menyebabkan kondisi tumbuh serta kembang anak terganggu. / Foto: ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan angka stunting dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN). Angka stunting di Tanah Air masih cukup tinggi. Berdasar data Riskesdas 2018, tercatat sekitar 23% bayi yang lahir dalam keadaan stunting.

Stunting merupakan kondisi anak yang kekurangan gizi, dan menyebabkan kondisi tumbuh serta kembang anak terganggu.

Bahkan, menurut dokter gizi, dr. Marya Haryono, M. Gizi, Sp.GK FINEM, anak stunting berisiko mengalami penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan lainnya.

Baca juga: Selain Masalah Psikologis, Hamil di Luar Nikah Juga Bisa Timbulkan Risiko Stunting

"Risiko angka terkena stunting itu periode perkembangan dan sistem daya tahan tubuhnya juga bermasalah. Lalu ke anaknya tersebut, bisa sangat berisiko banyak alami penyakit yang tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, dll. Harusnya diminimalisir dan harus lakukan pencegahan," tutur dr. Marya dalam Talkshow Pentingnya Protein untuk Cegah Stunting di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Dokter Marya pun pun mendorong setiap orang tua untuk menyajikan makanan gizi seimbang pada anak. Sumbernya bisa dari protein hewani dan nabati, yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Protein hewani dan nabati merupakan kandungan yang dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baik dalam tubuh. Protein juga berperan penting dalam membentuk sistem kekebalan tubuh pada anak agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Jadi sifat protein membentuk sel badan kita, anak bertumbuh karena adanya sel, untuk membentuk sel baik kita butuh nutrisi baik yaitu protein. Tapi bukan hanya protein, tapi juga butuh kerja sama dengan lainnya. Jadi sistem imun, hormon dan perkembangan sel otak juga membutuhkan protein," terang dr. Marya.

Baca juga: 7 Rekomendasi Menu Diet yang Mudah Dibuat dan Dicari

Untuk diketahui, pemerintah saat ini menargetkan penurunan angka stunting melalui gerakan ibu hamil sehat. Upaya itu masuk dalam intervensi spesifik stunting sebelum kelahiran.
(nug)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2437 seconds (10.101#12.26)