Kemenkes Ungkap IMUT Sebagai Inovasi Atasi Stunting: Bermanfaat untuk Pemenuhan Gizi Keluarga

Kamis, 11 Agustus 2022 - 08:52 WIB
loading...
Kemenkes Ungkap IMUT Sebagai Inovasi Atasi Stunting: Bermanfaat untuk Pemenuhan Gizi Keluarga
Kemenkes bersama Poltekkes Medan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian program integrasi, yang dinilai bisa mengatasi masalah stunting. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Medan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian program integrasi, yang dinilai bisa mengatasi masalah stunting di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penelitian yang jadi salah satu inovasi menghasilkan IMUT. IMUT adalah Ikan, Maggot, Unggas dan Tanaman yang diklaim sebagai alternatif pemecahan masalah kerawanan pangan dan percepatan penurunan stunting.

Dampak positif dari IMUT, bermanfaat bagi lingkungan hidup untuk mengurangi sampah organik yang jumlahnya 60% dari total sampah di Kabupaten Mandailing Natal. Sampah organik diurai oleh maggot, maggot yang berprotein tinggi digunakan untuk campuran pakan ikan dan unggas.

Kemudian hasil sisa penguraian sampah oleh maggot digunakan untuk pupuk tanaman yang dibudidayakan seperti tanaman sayuran dan tanaman obat.

Baca Juga: Tekan Angka Stunting, Jabar Kukuhkan Duta Penurunan Stunting

“IMUT merupakan bentuk pemanfaatan pekarangan dengan budidaya ikan, maggot, unggas dan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga, pemenuhan gizi keluarga yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan green environment,” ujar Direktur Poltekkes Medan, Dra. Ida Nurhayati, M.Kes, dalam laman Sehat Negeriku yang dikutip Kamis (11/8/2022).

Program IMUT sudah dapat menambah keragaman konsumsi pangan dan dapat memperbaiki status gizi kurang dan sangat kurang bagi Balita. Namun, untuk memperbaiki stunting masih diperlukan waktu yang lebih panjang lagi, karena masalah stunting merupakan masalah gizi kronis.

Sementara Bupati Mandailing Natal HM Jafar Sukhairi Nasution memberikan respons positif dan mengapresiasi atas terlaksananya penelitian IMUT. Ia berkomitmen untuk mencegah serta menurunkan angka kasus gizi buruk atau stunting.

Bentuk komitmen tersebut berupa pelibatan 17 organisasi perangkat daerah (OPD) secara langsung sebagai upaya penanggulangan persoalan stunting di Kabupaten Mandailing Natal. Sebagai informasi, penelitian dilakukan selama 3 bulan di Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Kelurahan Hutagodang, dan Desa Tolang, Kecamatan Ulupungkut.

“Tentunya 17 OPD ini akan diberikan pos anggaran pelaksanaan program. Saat ini, Pemkab Mandailing Natal juga telah membentuk tim upaya pemulihan lingkungan, yang bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat,” kata Jafar.

Kendati demikian, IMUT diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran tentang kelestarian lingkungan hidup dan kebersihan lingkungan melalui pengolahan limbah organik, pemberdayaan masayarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program tiap 1 rumah 1 IMUT.
(hri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1758 seconds (11.252#12.26)