Pusat Layanan Gangguan Haid dan Endometriosis Terpadu Hadir Bantu Atasi Masalah Wanita
Sabtu, 03 September 2022 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Cara Menurunkan Kolesterol dengan Belimbing Wuluh, Ampuh Dimakan Langsung
Jika dokter sudah mengetahui semua riwayat yang dibutuhkan melalui serangkaian pemeriksaan, maka pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya terapi obat-obatan. Obat-obatan akan diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Biasanya, obat yang digunakan merupakan terapi hormonal dan terapi sesuai gejala yang timbul, yang bisa meredakan atau menurunkan gejala gangguan haid.
Tindakan medis juga bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan haid. Kuretase, endometrium abrasi, reseksi endometrium, dan histerektomi menjadi beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.
Tindakan medis yang dipilih sendiri dapat mulai dari pemberian obat-obatan hingga tindakan advanced pelvic surgery dengan metode minimal invasive surgery atau disebut bedah laparoskopi. Keunggulan dari bedah laparoskopi sendiri antara lain, mempercepat lama rawat dan penyembuhan pasien pasca tindakan.
Layanan Gangguan Haid dan Endometriosis Terpadu pada Brawijaya Hospital Antasari memiliki ahli pada penanganan melalui metode tersebut. Adapun dr. Luky Satria Sp.OG(K) merupakan ahli bedah laparoskopi yang sudah tersertifikasi pada icarebetter.com sebagai ahli pembedahan pada endometriosis.
Layanan Gangguan Haid dan Endometriosis Terpadu sendiri mengusung konsep one step service yang mengedepankan ketepatan diagnosis dini hingga penanganan yang bersifat advance dan komprehensif. Pasien dengan gangguan haid akan mendapatkan penanganan yang terbaik dari center of excellent kami. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan quality of life wanita indonesia akibat gangguan haid.
Baca Juga: Mengapa Nanas Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi? Ini Alasannya
Jika dokter sudah mengetahui semua riwayat yang dibutuhkan melalui serangkaian pemeriksaan, maka pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya terapi obat-obatan. Obat-obatan akan diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Biasanya, obat yang digunakan merupakan terapi hormonal dan terapi sesuai gejala yang timbul, yang bisa meredakan atau menurunkan gejala gangguan haid.
Tindakan medis juga bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan haid. Kuretase, endometrium abrasi, reseksi endometrium, dan histerektomi menjadi beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.
Tindakan medis yang dipilih sendiri dapat mulai dari pemberian obat-obatan hingga tindakan advanced pelvic surgery dengan metode minimal invasive surgery atau disebut bedah laparoskopi. Keunggulan dari bedah laparoskopi sendiri antara lain, mempercepat lama rawat dan penyembuhan pasien pasca tindakan.
Layanan Gangguan Haid dan Endometriosis Terpadu pada Brawijaya Hospital Antasari memiliki ahli pada penanganan melalui metode tersebut. Adapun dr. Luky Satria Sp.OG(K) merupakan ahli bedah laparoskopi yang sudah tersertifikasi pada icarebetter.com sebagai ahli pembedahan pada endometriosis.
Layanan Gangguan Haid dan Endometriosis Terpadu sendiri mengusung konsep one step service yang mengedepankan ketepatan diagnosis dini hingga penanganan yang bersifat advance dan komprehensif. Pasien dengan gangguan haid akan mendapatkan penanganan yang terbaik dari center of excellent kami. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan quality of life wanita indonesia akibat gangguan haid.
Baca Juga: Mengapa Nanas Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi? Ini Alasannya
(dra)
Lihat Juga :