Ratu Elizabeth II Alami Gangguan Mobilitas Episodik sebelum Meninggal, Apa Itu?
Jum'at, 09 September 2022 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
"Ini tidak terjadi secara teratur tetapi kadang-kadang. Ini adalah disebut mobilitas episodik. Alasan paling umum untuk mobilitas episodik adalah kelemahan dan ketidaknyamanan pada persendian utama. Ini adalah penyakit kesehatan yang sering terjadi pada usia tua, umumnya setelah hidup lama dan aktif," sambungnya.
Penyebab gangguan mobilitas episodik, dijelaskan Dr Jyoti bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari stroke ringan berulang atau TIA, gumpalan pada permukaan otak atau SDH, perburukan sementara dari masalah neurologis yang sudah ada sebelumnya seperti gangguan neuro degeneratif atau gangguan saraf atau otot.
Baca Juga: Pola Makan Ratu Elizabeth II yang Bikin Panjang Umur, Suka Cokelat dan Hindari Tepung
"Infeksi, obat seperti obat penenang, ketidakseimbangan elektrolit atau diselektolitemia dan masalah sendi," jelas Dr Jyoti.
Dr Jyoti juga memberikan tips untuk tetap aktif dan bergerak di hari tua. Tetap aktif dapat membantu mengendurkan otot dan postur yang kaku. Berolahraga setiap hari, ikuti rutinitas disiplin makan tepat waktu dan tidur tepat waktu.
Berlatih yoga dan meditasi juga dianjurkan untuk mencegah kondisi ini. Cobalah untuk menjaga berat badan pada tingkat yang normal karena kelebihan berat badan menambah beban pada persendian dan dapat mempengaruhi mobilitas Anda.
"Makan makanan sehat, buah-buahan dan sayuran hijau, hindari junk food. Manjakan diri dengan hobi, interaksi sosial, dan aktivitas rekreasi," saran Dr Jyoti.
Baca Juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Ini Rahasia Umur Panjangnya hingga 96 Tahun
Penyebab gangguan mobilitas episodik, dijelaskan Dr Jyoti bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari stroke ringan berulang atau TIA, gumpalan pada permukaan otak atau SDH, perburukan sementara dari masalah neurologis yang sudah ada sebelumnya seperti gangguan neuro degeneratif atau gangguan saraf atau otot.
Baca Juga: Pola Makan Ratu Elizabeth II yang Bikin Panjang Umur, Suka Cokelat dan Hindari Tepung
"Infeksi, obat seperti obat penenang, ketidakseimbangan elektrolit atau diselektolitemia dan masalah sendi," jelas Dr Jyoti.
Dr Jyoti juga memberikan tips untuk tetap aktif dan bergerak di hari tua. Tetap aktif dapat membantu mengendurkan otot dan postur yang kaku. Berolahraga setiap hari, ikuti rutinitas disiplin makan tepat waktu dan tidur tepat waktu.
Berlatih yoga dan meditasi juga dianjurkan untuk mencegah kondisi ini. Cobalah untuk menjaga berat badan pada tingkat yang normal karena kelebihan berat badan menambah beban pada persendian dan dapat mempengaruhi mobilitas Anda.
"Makan makanan sehat, buah-buahan dan sayuran hijau, hindari junk food. Manjakan diri dengan hobi, interaksi sosial, dan aktivitas rekreasi," saran Dr Jyoti.
Baca Juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Ini Rahasia Umur Panjangnya hingga 96 Tahun
Lihat Juga :